Sabtu , 12 August 2017, 03:57 WIB

Taylor Swift Bersaksi atas Pelecehan Seksual yang Menimpanya

Red: Andi Nur Aminah
Reuters
Taylor Swift
Taylor Swift

REPUBLIKA.CO.ID, DENVER -- Penyanyi dan penulis lagu Taylor Swift, Jumat (11/8) mengeluarkan kesaksian tegas di bawah sumpah di pengadilan terbuka yang menyidangkan tuduhannya bahwa seorang pemandu musik radio Colorado melakukan pelecehan seksual saat mereka berfoto bersama empat tahun lalu. Pemenang Grammy di balik hits "Fearless," "Bad Blood" dan "I Knew You Were Trouble," itu bersaksi pada Kamis di hari keempat sidang pengadilan federal di Denver terhadap pria yang dituduhnya melakukan pelecehan seksual, David Mueller.

Delapan anggota dewan juri AS menimbang tuduhannya bahwa Mueller menggerayangi bokongnya yang terbuka saat temu penggemar sebelum konser pada 2013. Kesaksian Taylor itu melawan pernyataan Mueller bahwa Taylor membuat tuduhan yang tidak benar dan menyebabkan ia dipecat dari pekerjaannya.

Tetapi dengan pengecualian Mueller, saksi pertama sidang percobaan tersebut, hampir setiap individu yang dipilih untuk bersaksi oleh pengacaranya, Gabriel McFarland, memberikan kesaksian menarik. Semuanya justru mendukung posisi Taylor.

Kesaksian Taylor tampaknya sangat menghancurkan pihak Mueller hingga pengacaranya, D Douglas Baldridge, menolak kesempatan untuk melakukan pemeriksaan silang terhadap kliennya sendiri saat McFarland selesai menanyainya. Masih harus dilihat apakah Baldridge akan memanggil orang lain untuk bersaksi begitu McFarland mengistirahatkan kasusnya.

Dalam bahasa yang gamblang dan kadang-kadang menarik perhatian orang di ruang sidang, bahkan dari beberapa anggota juri, Taylor mengatakan bahwa bokongnya diraba sangat lama oleh Mueller saat mereka berfoto bersama. Mueller tampak seperti orang mabuk pada saat itu.

Mueller, 55, bersaksi pada Selasa bahwa dia mungkin telah melakukan kontak yang tidak disengaja dengan Taylor. Namun dia menolak tuduhan bahwa ia melakukan tindakan tidak pantas. Ketika ditanya apakah dia menggerayangi anggota tubuh bagian belakang artis tersebut, mantan penyiar stasiun radio Denver, KYGO-FM, itu menjawab, "Tidak, saya tidak melakukannya."

Foto yang menjadi perdebatan dan berulang kali ditampilkan di pengadilan menunjukkan bintang pop itu mengenakan rok hitam dan atasan, diapit Mueller dan pacarnya, ketiganya tersenyum ke arah kamera. Tampak tangan kanan Mueller terhalang di belakang bagian belakangnya, dan Taylor tampaknya telah menggeser pinggulnya sedikit menjauh darinya.

Taylor dengan tajam menolak pernyataan McFarland bahwa Mueller adalah korban identitas keliru. "Seluruh tangannya ada pada bokongku, aku tahu dia pelakunya," balasnya.

Laporan Taylor didukung oleh kesaksian dari beberapa orang lain, termasuk juru fotonya, Stephanie Simbeck, yang mengabadikannya melalui kamera miliknya ketika Mueller meletakkan tangannya pada bokong Taylor. Dia mengatakan bahwa jelas terlihat dalam foto bahwa Taylor sedang berusaha menjauhkan diri dari Mueller.

Setelah Mueller dan pacarnya pergi, Simbeck bersaksi, Taylor berkata dengan suara keras: "Bung, orang itu menggerayang bokongku," dan ditanggapi oleh Simbeck, "Aku tahu itu, aku punya fotonya."

Mereka segera menemukan gambar Mueller di kameranya dan Taylor berkata, "Itu dia," ujar Simbeck kepada para anggota juri.

Dalam kesaksian emosional pada Rabu, ibunda Taylor, Andrea, menunjuk Mueller dari tempat saksi, dengan mengatakan, "Dia secara seksual menyerang putriku, tepat di sana, orang itu."

Mueller memulai proses pengadilan, dan mengklaim bahwa Taylor membual dan menekan KYGO untuk memecatnya dari pekerjaan yang memberinya gaji 150 ribu dolar AS per tahun. Taylor kemudian melawan serangan dan tindakan kriminal tersebut, serta meminta kompensasi simbolis sebesar 1 dolar AS.

Mantan penyiar itu kini mencari penghasilan barunya yang telah hilang. Dia mengatakan kepada pengadilan minggu ini bahwa dirinya sangat malu dituduh melakukan sesuatu yang sangat tercela.


Sumber : Antara