Jumat , 20 October 2017, 00:42 WIB

Tulus Kembali Kampanye Soal Gajah

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Indira Rezkisari
Republika/Raisan Al Farisi
Penyanyi Tulus
Penyanyi Tulus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi Tulus dikenal memiliki keperdulian terhadap hewan gajah. Ia pun melakukan sosialisasi kampanye Teman Gajah, Kamis (19/10), dan fokus pada kondisi Gajah Sumatra yang memprihatinkan.

Melalui kegiatan ini, Tulus berharap masyarakat menjadi lebih sadar dengan kondisi gajah saat ini. Ia mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam penyelamatan hewan tersebut.

Gajah memiliki arti tersendiri bagi Tulus. Menurut dia, gajah adalah salah satu kata yang menjadi inspirasi besar dalam penulisan salah satu lagunya. Sayangnya, gajah yang berkontribusi dalam pembuatan ilustrasi video klipnya mati dibunuh untuk diambil gadingnya.

"Kemudian 'Teman Gajah' ini kayak dipoles ulang kampanyenya untuk lebih mudah dicerna tetapi itu menggerakkan. Saya pikir kenapa nggak, kenapa cuma diam saja kalau bisa melakukan sesuatu," ujar Tulus.

Kampanye ini akan dilakukan mulai 19 Oktober 2017 sampai tiga bulan mendatang. Total donasi yang dibutuhkan dari penggalangan dana kegiatan ini sekitar Rp 1 miliar.

Penggalangan dana akan berlangsung hingga 24 November. Dana ini akan digunakan untuk membeli 20 kalung satelit GPS gajah yang berfungsi mendeteksi pergerakan gajah liar.

Kegiatan ini melibatkan 20 sekolah dasar di area Jakarta. Sebagai generasi penerus bangsa, Tulus merasa anak Indonesia perlu mendapatkan edukasi sejak dini untuk terlibat dalam praktik pelestarian lingkungan dan makhluk hidup.

Secara teknis, akan ada kotak dana yang ditaruh di sekolah-sekolah tersebut. Sekolah yang paling banyak berdonasi akan didatangi oleh Tulus. Masyarakat bisa ikut menyumbangkan uang di laman kitabisa.com/temangajah.

Dalam kampanye kali ini Tulus berkolaborasi dengan beberapa pihak. Diantaranya, WWF Indonesia, kitabisa.com (portal penggalangan danadigital), Big Change Indonesia (perusahaan konsultan bisnis), NUSAE (studio desain asal Bandung), dan Synchro (penyelenggara acara kampanye).

Sebelumnya, Tulus pernah melakukan kampanye serupa dengan tajuk #JanganBunuhGajah pada 2016. Dalam kegiatan tersebut, ia bekerja sama dengan organisadi nirlaba WWF Indonesia. Melalui aksi tersebut ia menunjukkan kontribusi dalam konservasi gajah Sumatera yang tersisa.