Senin , 20 November 2017, 01:13 WIB

Lena Dunham Minta Maaf Dukung Pelaku Pelecehan

Rep: Puti Almas/ Red: Indira Rezkisari
EPA
Lena Dunham
Lena Dunham

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Aktris asal Amerika Serikat (AS) Lena Dunham menyampaikan permintaan maaf karena telah mendukung seorang produser, penulis, dan pembuat film Murray Miller. Sebelumnya, Miller menjadi tersangka kekerasan seksual terhadap seorang aktris bernama Aurora Perrieau.

Kekerasan seksual tersebut diduga dialami oleh Perrineau pada 2012. Saat itu, perempuan tersebut masih berusia 17 tahun. Tuduhan terhadap Miller pertama kali muncul pada Jumat (17/11) lalu.

Dunham yang merupakan rekan Miller menyampaikan pembelaannya atas tuduhan tersebut. Ia menulis melalui jejaring sosial Twitter bahwa kekerasan seksual yang terjadi mungkin saja hanyalah sebuah laporan yang salah.

"Apa yang pertama kalinya kami pikir setiap mendengar cerita perempuan dan dalam kasus Miller adalah menyedihkan bahwa tuduhan semacam itu nampaknya adalah bagian kecil dari sebuah kesalahpahaman yang ada hampir setiap tahun," ujar Dunham.

Secara luas pernyataan itu dikritik oleh publik. Banyak diantaranya yang bahkan mengunggah ulang ucapan Dunham pada Agustus lalu yang mengatakan bahwa perempuan tak pernah berbohong mengenai pelecehan seksual dan perkosaan yang terjadi kepadanya.

"Hal yang perempuan katakan dengan kebohongan adalah menu apa yang mereka makan untuk makan siang, sedangkan mereka tidak akan berbohong tentang pemerkosaan," tulis Dunham saat itu.

Meski demikian, Dunham akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas ucapan dukungan terhadap Miller. Ia mengatakan hanya bermaksud membagi perspektif, di mana dalam kasus pelecehan tersebut dituduhkan kepada seseorang yang dikenal baik.

"Saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan memberi pernyataan bahwa secara terbuka mendukung seseorang yang dituduh melakukan kekerasan seksual, namun saat itu mungkin saya salah karena bermaksud membagi perspektif kepada orang yang saya kenal baik, sekali lagi saya memohon maaf," tulis Dunham, dilansir dari Sky News.


Berita Terkait