Rabu , 06 December 2017, 07:57 WIB

Ernest Pelan-Pelan Menghilang dari Film

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Indira Rezkisari
Republika/Hartifiany Praisra
Ernest Prakasa dalam acara perilisan trailer film Susah Sinyal di Jakarta, Rabu (5/12).
Ernest Prakasa dalam acara perilisan trailer film Susah Sinyal di Jakarta, Rabu (5/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dikenal publik sebagai komika, ternyata membuka jalan bagi Ernest Prakasa berkarya di layar lebar. Pada 21 Desember mendatang, Ernest akan kembali menyuguhkan film terbarunya, Susah Sinyal.

Ernest kembali didapuk menjadi penulis, sutradara dan berperan dalam film yang berada bawah naungan rumah produksi Starvision Plus. Namun ada yang berbeda dari film ketiganya, ayah dari Sky ini tidak mengambil karakter sebagai pemeran utama.

"Dari film ke film saya berusaha mengurangi porsi scene, dari film Ngenest sekitar 70-80 scene, di Cek Toko Sebelah 50 scene, di sini tuh cuma sekitar 20-30 scene," kata Ernest saat ditemui Republika di Jakarta, Selasa (5/11).

Berkurangnya jumlah adegan di setiap film diakui oleh Ernest agar dia dapat fokus menyutradarai film. Meski begitu Ernest terlihat malu ketika ditanya kapan akan memegang sepenuhnya kendali di belakang layar tanpa mengambil peran sedikitpun.

"Beban diakumulasikan dan dijadikan motivasi sehingga levelnya naik, sehingga risetnya keluar dari zona nyaman dan film ini dunia yang berbeda," lanjut Ernest.

Ernest mengatakan bahwa ide awal dari film ini adalah pentingnya waktu bagi anak. Maka dari itu, muncullah sosok pengacara super sibuk Ellen (Adinia Wirasti) dan anak tunggalnya Kiara yang tidak memiliki hubungan baik. Istri Ernest, Meira Anastasia menjadi pasangan penulis skenarionya.

Skala produksi yang lebih besar ternyata disambut baik oleh produser Starvision Plus, Chand Parwez Servia. "Beban Ernest sebagai pemain memberi kontribusi dalam film. Di film ini tetap ada Ernest karena kontribusi untuk memperkuat citra," kata Parwez.

Keragaman dan persahabatan antar etnis inilah yang ingin ditonjolkan di film ini. Parwez menuturkan Ernest dapat menunjukkan dengan baik bahwa tidak ada yang buruk dari perbedaan.