Thursday, 9 Ramadhan 1439 / 24 May 2018

Thursday, 9 Ramadhan 1439 / 24 May 2018

Michael Phelps Ingin Bunuh Diri Setelah Olimpiade 2012

Ahad 21 January 2018 15:05 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Winda Destiana Putri

Michael Phelps

Michael Phelps

Foto: CNN
Setiap selesai menghadapi Olimpiade, hanya ada rasa depresi yang sangat berat.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Menjadi perenang terbaik di dunia, bahkan sepanjang masa, tidak membuat Michael Phelps merasa bahagia akan hidupnya. Dia justru mempertimbangkan untuk bunuh diri sesaat setelah Olimpiade 2012 di London.

Pria berusia 32 tahun itu membagikan kisahnya dalam diskusi dengan ahli strategi politik David Axelrod pada konferensi tahunan keempat Forum Kennedy, sebuah kelompok advokasi kesehatan mental. Dia mengaku, setiap selesai menghadapi Olimpiade, hanya ada rasa depresi yang sangat berat.

 

Legenda Amerika Serikat itu menyatakan, titik terendah yang perah dirasakan setelah Olimpiade 2012. Saat itu dia memenangkan empat medali emas dan dua perak, dan justru membuatnya mengurung diri di dalam kamar tanpa makan dan tidur selama beberapa hari.

 

"Saya tidak ingin lagi berolahraga. Saya tidak ingin hidup. Anda merenungkan bunuh diri," kata Phelps dikutip dari People, Ahad (21/1).

 

Phelps mengatakan kondisinya membaik saat dia mulai membicarakan perasaannya. Yayasan Michael Phelps sekarang menawarkan program manajemen stres dan membantu mereka yang berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

 

"Saat-saat dan perasaan emosi itu bagi saya adalah tahun-tahun yang lebih baik daripada memenangkan medali emas Olimpiade. Saya sangat bersyukur tidak mengambil hidup saya," kata Phelps.

 

Sejak pensiun setelah Olimpiade 2016 di Rio, Phelps telah terang-terangan tentang pertempuran masa lalu dengan depresi dan kecemasan. Dia mengatakan pada bulan Agustus, sempat merenungkan bunuh diri setelah acara DUI yang kedua, yang terjadi pada tahun 2014.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES