Jumat , 16 June 2017, 12:27 WIB

Film Dokumenter Rempah Indonesia Tayang di Belanda

Red: Esthi Maharani
Antara
Pala
Pala

REPUBLIKA.CO.ID, Film dokumenter Banda, The Dark Forgotten Trail karya Jay Subyakto akan ditayangkan di International Documentary Film Festival Amsterdam (IDFA) pada 25 November. Jay menuturkan daya tarik film tentang sejarah kejayaan rempah pala di Kepulauan Banda ini terletak pada sisi kelam Belanda saat menjajah Indonesia.

"Mereka tertarik karena di film ini saya kasih tahu kejelekan Belanda di Indonesia," kata Jay, Kamis (15/6).

Selain mengisahkan sejarah pala di Kepulauan Banda, Banda, The Dark Forgotten Trail juga membeberkan sejarah penuh darah genosida pertama di Indonesia yang membuat penduduk asli Banda hilang tak bersisa.

"Jan Pieterszoon Coon itu membantai 14.000 orang Indonesia dalam waktu setahun, sehingga pas ke Banda hari ini, kita tidak bisa bertemu satu pun orang asli Banda karena sudah dibantai," katanya.

Sejarah yang diungkap dalam film dokumenter, Jay mengatakan, sayangnya tidak banyak dipelajari di bangku sekolah. Dia berharap film dokumenter itu bisa membuka mata orang-orang mengenai sejarah Kepulauan Banda, yang dulu menjadi rebutan orang-orang Eropa karena kaya pala yang diperkenalkan para pedagang Cina. Film dokumenter itu juga bisa menjadi sarana belajar sejarah yang menyenangkan, tidak terasa menggurui.

Pala dulu dianggap lebih berharga dari emas. Rempah yang bisa jadi pengawet makanan itu merupakan komoditas bernilai bagi mereka yang berkelana membelah laut selama berbulan-bulan untuk bertahan hidup.

"Pala setampah bisa dapat rumah mewah di Belanda," ujar Jay, yang berharap filmnya bisa mendorong sutradara muda menambah deretan film dokumenter buatan lokal.

Kekayaan rempah kepulauan kecil di bagian timur Indonesia itu menjadi incaran berbagai pihak, memicu kolonialisme yang membawa mimpi buruk bagi penduduk setempat.

"Ini penting sekali untuk diceritakan agar kita bisa belajar dari apa yang terjadi," katanya.

Sumber : antara