Jumat , 11 Agustus 2017, 14:37 WIB

Falcon Rilis Poster Resmi Film Jomblo

Red: Hazliansyah
dok: Falcon Pictures
Poster film Jomblo
Poster film Jomblo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah produksi Falcon Pictures merilis poster resmi proyek film "Jomblo". Film garapan sutradara Hanung Bramantyo itu akan tayang pada 5 Oktober 2017 mendatang.

Poster film Jomblo ini, menampilkan ke empat pemeran utama yang berperan dalam film ini, yaitu Arie Kriting, Deva Mahendra, Ge Pamungkas, dan Richard Kyle. Dibagian belakang terdapat pemeran wanita seperti Natasha Rizky, Indah Permatasari, dan Aurelie Moeremans yang menjadi gebetan ke empat tokoh utama.

"Mudah-mudahan poster ini bisa mengurangi rasa penasaran terhadap film Jomblo versi baru ini," ujar Produser Falcon Pictures, Frederica dalam keterangan tertulis, Jumat (11/8).

Deva Mahenra, pemeran tokoh Alif mengatakan poster film Jomblo versi baru ini berbeda dengan film terdahulu. Karena memang versi baru "Jomblo" memiliki cerita berbeda meski ada kesamaan tema.

"Jomblo berangkat dari novel yang berbeda dan skenario berbeda. Kami berada di suatu yang berbeda, universe. Tidak ada kaitannya dengan yang dulu," ujar Deva Mahera.

Jika sebelumnya jomblo digambarkan sebagai sesuatu yang menakutkan, namun kali ini tidak.

"Sekarang jomblo why not? Ini benar-benar baru semuanya. Dengan tahu landasan itu, kami jadi enggak ada beban. Beban kami gimana kami bisa deliver dari skenario jomblo sekarang," kata Deva Mahenra.
 
Sementara Arie Kriting yang berperan sebagai Bimo mengatakan dirilisnya poster tersebut dapat memberi gambaran tentang karakter yang ia perankan.

"Saya berperan sebagai Bimo. Background Indonesia Timur, dia menyesuaikan diri dengan tempat tinggalnya. Saya pribadi senang perankan karakter Bimo," ungkapnya.

Ge Pamungkas yang memerankan tokoh Agus juga merasakan posternya menggambarkan tokoh yang ia perankan.

”Tokoh Agus adalah seorang pria kikuk berdarah Sunda. Sosok Agus diharapkan dapat mewakili banyak cowok-cowok yang sudah bersyukur atas pasangannya,” ungkapnya.

Hanung Bramantyo selaku sutradara mengatakan, melalui film ini ia ingin menghadirkan pemahaman yang berbeda terhadap status Jomblo seseorang.

"Jomblo selalu dikonotasikan jelek, nista dan hina. Kalau ada tayangan jomblo, mukanya selalu apes, saya enggak mau melihat jomblo itu nista. Saya mau kasih penonton bahwa jomblo bisa tetap happy,” ungkapnya.