Jumat , 18 Agustus 2017, 09:00 WIB

6 Alasan Film The Hitman's Bodyguard Seru Ditonton

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari
Lionsagate via AP
The Hitman's Bodyguard.
The Hitman's Bodyguard.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara The Expendables 3 Patrick Hughes menghadirkan film laga berbalut komedi berjudul The Hitman's Bodyguard yang sudah tayang di bioskop Indonesia. Berikut ulasan Republika.co.id tentang mengapa sinema ini seru ditonton.

 
Kombinasi genre
Film untuk 17 tahun ke atas ini cocok disimak mereka yang sedang butuh tertawa sekaligus doyan aksi laga. The Hitman's Bodyguard bercerita tentang agen khusus Michael Bryce (Ryan Reynolds) yang bertugas mengawal pembunuh bayaran Darius Kincaid (Samuel L Jackson) untuk menjadi saksi di pengadilan internasional.
 
Duo aktor kocak
Bisa dibilang ini pertama kalinya Reynolds beradu akting dengan Jackson dan kolaborasi mereka ternyata super kocak. Tidak heran mengingat Reynolds juga membintangi film superhero Deadpool dan Jackson dikenal sebagai aktor kondang yang terlibat dalam banyak film box office.
 
Akting keren
Selain Reynolds dan Jackson, akting para bintang lain tidak kalah keren. Ada Gary Oldman (pemeran Sirius Black di serial Harry Potter) yang amat menjiwai jadi sosok antagonis dan aktris Salma Hayek sebagai istri Kincaid yang kegalakannya mengundang tawa.
 
Laga mendebarkan
Adrenalin akan terpacu menyimak sejumlah baku tembak dan baku hantam dalam film, belum lagi banyak kendaraan berkejaran di jalan raya. Salah satu yang paling seru yaitu adegan Kincaid melarikan diri pakai speedboat diiringi Bryce yang memacu motor sport keren.
 
Visual apik
Sutradara Hughes bersama timnya tidak main-main menggarap aspek visual film The Hitman's Bodyguard. Mereka memilih tiga kota lintas negara sebagai lokasi pengambilan gambar yaitu London di Inggris, Amsterdam di Belanda, dan Sofia di Bulgaria.
 
Lagu nostalgia
Begitu sejumlah lagu lawas nostalgia mengalun, itulah saat penonton tertawa terpingkal-pingkal. Tahan diri untuk tidak ikut bernyanyi ketika lagu-lagu yang tak lekang oleh waktu itu jadi latar musik ketika dua tokoh utama saling menceritakan masa lalunya.