Kamis , 19 Oktober 2017, 08:14 WIB

Duka Sedalam Cinta, Tontonan Pas untuk Anak Zaman Now

Rep: Reiny Dwinanda/ Red: Indira Rezkisari
Republika/Reiny Dwinanda
Para pemeran dan pendukung produksi Duka Sedalam Cinta saat penayangan untuk undangan, Rabu (18/10).
Para pemeran dan pendukung produksi Duka Sedalam Cinta saat penayangan untuk undangan, Rabu (18/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Saat mencoba menjadi pribadi yang lebih saleh, ada saja tantangannya. Pemuda kekinian, Mas Gagah (Hamas Syahid), merasakan betul beratnya rintangan untuk mempraktikkan akhlak sesuai tuntunan Islam.

Perubahan sikap dan perilaku itu bahkan membuat Gita (Aquino Umar), adik yang sangat membanggakan Mas Gagah, menjadi uring-uringan. Dia merasa kehilangan Mas Gagah yang asyik untuk diajak gaul kapanpun, di manapun.

Pelan-pelan, segala persoalan yang tergambarkan lewat film Ketika Mas Gagah Pergi terurai di sekuelnya, Duka Sedalam Cinta. Penulis buku best seller, Asma Nadia, pun merekomendasikannya sebagai tontonan keluarga.

“Duka Sedalam Cinta cocok untuk kids zaman now,” komentarnya.

Asma menilai sosok Mas Gagah bisa menjadi contoh yang baik. “Dia nggak cuma ganteng, tapi juga saleh. Hafalan Alqurannya banyak,” ungkapnya.

Selain itu, ada Gita yang terus berusaha mendewasakan diri untuk menjemput hidayah dengan gaya dan caranya yang khas “pemberontak”. Duka Sedalam Cinta menampilkan dinamika hubungan kakak-adik, Hamas dan Gita, yang merenggang sejak sang abang pulang dari sebuah pesantren di Maluku Utara.

Kisah yang mengaitkan Gagah (Hamas Syahid), Gita (Aquino Umar), Yudi (Masaji Wijayanto), dengan Nadia (Izzah Ajrina) semakin benderang menjelaskan makna “Duka Sedalam Cinta” yang menjadi judul film crowd-funding ini.

Gita yang semula protes keras melihat perubahan Mas Gagah, sedikit demi sedikit tercerahkan. Salah satu yang menyentuh kalbunya ialah tausiyah Yudi, pemuda yang didesak sang ayah untuk memimpin pesantren namun lebih suka berdakwah di jalanan dengan naik-turun metro mini.

Terlambatkah Gita menunjukkan perubahan yang diidamkan Mas Gagah?

“Yang jelas, perjumpaan Gita dengan Mas Gagah membuat saya menangis,” kata Asma yang memerankan tokoh ibu dari Nadia. Selain jalan ceritanya yang kuat, Duka Sedalam Cinta semakin menarik dengan suguhan panorama Ternate dan Halmahera Selatan yang memanjakan mata. Di samping itu, dukungan Dwiki Darmawan beserta Czech Symphony Orchestra dari Praha ikut memantik rasa haru di sejumlah adegan film yang diangkat dari novel legendaris karya Helvy Tiana Rosa.

“Kalaupun tak sempat menyaksikan KMGP, penonton tak akan kesulitan mengikuti jalan cerita Duka Sedalam Cinta karena ada penggalan-penggalan kisah terdahulu,” kata Asma tentang film remaja dan keluarga yang tayang mulai Kamis (17/10) ini.