Jumat , 20 October 2017, 09:33 WIB

Inilah 9 Fakta Mengejutkan Film Duka Sedalam Cinta

Red: Irwan Kelana
Republika/Shelbi Asrianti
Aquino Umar (foto atas) dan para pemain film Duka Sedalam Cinta (foto bawah).
Aquino Umar (foto atas) dan para pemain film Duka Sedalam Cinta (foto bawah).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Film Duka Sedalam Cinta produksi KMGP Pictures mulai tayang  di bioskop nasional sejak Kamis (19/10).  Film ini merupakan sekuel dari Ketika Mas Gagah Pergi yang ditayangkan 2016 lalu.

Menurut produser film Duka Sedalam Cinta, Helvy Tiana Rosa,  tak banyak yang tahu bahwa ada sederet fakta mengejutkan di balik film yang disutradarai Firman Syah, dan didukung aktor dan aktris papan atas seperti Wulan Guritno, Ali Syakieb, Abdur Arsyad, Mathias Muchus, Epy Kusnandar, Muhammad Cholidi Asadil,  hingga Endy Arfian yang tampil sebagai cameo.
 
Ini tentu selain para pemeran utama empat bintang baru: Hamas Syahid, Aquino Umar, Masaji Wijayanto dan Izzah Ajrina. “Setidaknya ada sembilan fakta mengejutkan film Duka Sedalam Cinta,” kata Helvy Tiana Rosa dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (20/10).

Pertama, suting di pulau cantik tak berpenghuni, tepatnya  di Pulau Widi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. “Mendatangkan 100 figuran dengan kapal laut yang menempuh 5 jam perjalanan dari Labuha, Halmahera Selatan, para bintang dan kru harus siap tidur di tenda dan menggunakan kamar mandi darurat,” kata Helvi, sang penulis novel Ketika Mas Gagah Pergi dan buku puisi Duka Sedalam Cinta.

Kedua, pemeran Gagah, yaitu Hamas Syahid, mengaku merasa antara hidup dan mati saat diminta sutradara menahan napas 15 detik saat pengambilan gambar di bawah laut. Adegan ini termasuk yang memakan waktu lama untuk shooting. Hamas yang juga seorang penghafal Quran  itu menyatakan betapa maut sangat dekat dengannya saat itu.

Ketiga, shalat istikharah 2,5 bulan.  Ustadz Salim A. Fillah tidak langsung menjawab saat diminta Produser Helvy Tiana Rosa untuk turut bermain dalam DSC sebagai Kyai Ghufron.  Ustadz muda tersebut meminta waktu untuk istikharah. Setelah istikharah 2,5 bulan, akhirnya pengelola Masjid Jogokariyan Yogyakarta itu baru mengiyakan.

Keempat, model dan bintang iklan yang berperan sebagai pendakwah jalanan, yakni Masaji Wijayanto berdakwah di dalam bus kota.

Kelima, Pemeran utama Aquino Umar (Noy) tiba-tiba memutuskan mengenakan jilbab usai suting. Gadis feminin yang menjiwai perannya sebagai adik perempuan yang tomboy ini sebelumnya datang casting dengan mengenakan baju terbuka dan celana pendek. “Hidayah selalu menjadi misteri, dan Allah memberikannya pada siapa yang Dia kehendaki,” ujar Helvi, pendiri Forum Lingkar Pena (FLP), organisasi penulis dengan anggota terbesar di Indonesia bahkan dunia.

Keenam, dipaksa menulis puisi.  Helvy Tiana Rosa mengumpulkan puisi-puisinya, termasuk yang dirilis di akun instagram @puisihelvy untuk menjadikannya buku Duka Sedalam Cinta, enam bulan sebelum film DSC rilis. Helvy juga “memaksa” keempat bintang muda pemeran utama DSC yang belum pernah menulis sebelumnya, untuk menyumbang masing-masing sebuah puisi di buku tersebut.  “Ternyata puisi mereka cukup bagus! Saat buku DSC jadi, spiritnya sangat sesuai dengan spirit film Duka Sedalam Cinta,” tuturnya.

Ketujuh, Lagu hijrah sang produser. Lagu “Jalan yang Kupilih” yang dinyanyikan Hamas Syahid dalam film, merupakan puisi tentang hijrah yang ditulis Helvy Tiana Rosa saat ia memutuskan berhijab 2 April 1988. Dibuat dan ditata musiknya oleh Dwiki Dharmawan, lagu ini sangat pas dibawakan Hamas Syahid dan ditujukan untuk generasi muda zaman sekarang.

Kedelapan, orchestra dari Praha. Dwiki Dharmawan mengerjakan musik film Duka Sedalam Cinta hingga ke Praha. yang melibakan orkestra di sana, yaitu Czech Symphony Orchestra. Terdapat 3 lagu indah dalam film ini yang dinyanyikan Ita Purnamasari, Indah Nevertari dan Hamas Syahid.

Kesembilan, penulis best seller dipaksa kakak untuk berakting. Film Duka Sedalam Cinta juga melibatkan acting Asma Nadia, seorang penulis best seller dan banyak novelnya yang difilmkan maupun disinetronkan. Asma adalah adik Helvy Tiana Rosa. “Yuk, kita beramai-ramai menonton film Duka Sedalam Cinta sejak hari pertama tayang, agar film ini bisa bertahan lama dan memberikan kebaikan bagi banyak orang,” tutur Helvy Tiana Rosa.