Selasa , 31 October 2017, 18:28 WIB

Sapardi Djoko Damono Akting Perdana di Hujan Bulan Juni

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari
Republika/Shelbi Asrianti
Sapardi Djoko Damono
Sapardi Djoko Damono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sastrawan Sapardi Djoko Damono perdana bermain film dalam sinema drama Hujan Bulan Juni. Pria 77 tahun kelahiran Solo itu mengaku merasa geli melihat aktingnya sendiri dalam film yang tayang mulai 2 November 2017 itu.

"Nggilani (menggelikan, red), tapi saya senang sekali dengan proses pengalihan ini. Orang yang tidak suka puisi bisa agak susah membaca sajak atau novel saya, tapi Hestu punya keberanian luar biasa untuk menerjemahkan," kata Sapardi memuji sutradara film.

Film berdurasi 96 menit besutan Sinema Imaji dan Starvision itu disutradarai sineas Reni Nurcahyo Hestu Saputra. Kisah mengadaptasi novel Hujan Bulan Juni terbitan 2015 karya Sapardi, yang pada 1989 juga menciptakan sajak berjudul sama.

Cerita berpusat pada konflik percintaan dua sosok yang sangat kontras, Sarwono dan Pingkan. Kedua tokoh yang diperankan Adipati Dolken dan Velove Vexia itu digambarkan memiliki perbedaan etnis dan kepercayaan, tetapi dipersatukan oleh kasih sayang.

Dalam film, Sapardi memerankan ayah Sarwono, tokoh utama novel yang oleh pembaca dianggap merepresentasikan diri sang penulis semasa muda. Lawan mainnya antara lain Koutaro Kakimoto, Baim Wong, Surya Saputra, Ira Wibowo, Sundari Soekotjo, dan Jajang C Noer.

Dengan rendah hati, Sapardi menyatakan film Hujan Bulan Juni bukanlah miliknya tetapi milik para sineas yang berkreasi. Penulis sajak "Aku Ingin" itu memberi kebebasan penuh kepada tim produksi film untuk berkreasi dan melakukan penafsiran.

"Ketika sebuah karya diubah ke wahana lain pasti harus berubah menyesuaikan media yang baru. Tidak semua rentetan kata bisa dipindahkan dalam gambar," ujar penerima penghargaan SEA Write Award pada 1986 tersebut.