Kamis , 07 December 2017, 00:21 WIB

Skenario Livi Zheng Pernah Ditolak 32 Kali

Red: Yudha Manggala P Putra
Antara
Livi Zheng
Livi Zheng

REPUBLIKA.CO.ID, BLITAR -- Sutradara Indonesia yang sudah merambah Holywood, Livi Zheng, berbagi kesuksesannya dengan 600 pemuda di Blitar. Menurutnya salah satu kuncinya untuk maju adalah menjadikan tantangan sebagai motivator.

"Skenario saya pernah 32 kali ditolak. Tapi dengan seluruh upaya yang saya miliki akhirnya cita-cita saya terpenuhi meski dengan penuh tantangan. Kalau saya bisa, kamu juga bisa," kata Livi Zheng di Forastero Hall Kampung Coklat, Blitar, Jawa Timur, Rabu (6/12).

Gadis kelahiran Blitar ini mengaku untuk meraih kesuksesan memang membutuhkan perjuangan dan sebuah tujuan jangan dijadikan sebuah beban. Beban justru harus dijadikan motivasi sehingga apa yang dinginkan bisa tercapai dengan baik dan diakui oleh banyak pihak.

Livi Zheng yang hadir sebagai salah satu pembicara pada Seminar Nasional Kebangsaan "Peran Pemuda dalam Pembangunan Bangsa" ini memang banyak berbicara bagaimana dirinya yang masih muda ini mampu meyakinkan pasar film di Holywood Amerika Serikat.

Dengan kesuksesan yang dimiliki, gadis berusia 28 tahun mengaku akan terus berusaha mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Tidak hanya berkecimpung pada perfilman Holywood yang telah membenarkan namanya, namun Livi mengaku akan mengangkat budaya Indonesia.

"Khusus Blitar, kami telah memproduksi sebuah film. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Rijanto yang telah memberikan dukungan penuh," kata Livi Zheng menambahkan.

Film yang mengangkat keanekaragaman Blitar ini sesuai dengan rencana bakal dilempar ke pasar tahun depan. Tidak hanya itu, Livi juga memproduksi film dengan latar belakang pencak silat. Bahkan film ini dibuat dalam dua bahasa yaitu Indonesia dan Inggris.

"Kenapa dua bahasa, agar film ini bisa diterima masyarakat internasional. Tunggu saja, semua proses sudah berjalan sesuai dengan rencana," kata Diaspora Indonesia itu.

Prestasi Livi Zheng ini sangat diapresiasi oleh peserta seminar yang mayoritas adalah pemuda yang salah satunya adalah Adi Susanto. Menurut dia, apa yang dilakukan sutradara muda ini merupakan sebuah terobosan sehingga layak dijadikan motivasi oleh pemuda yang lain.

Sumber : Antara