Senin, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 Januari 2018

Senin, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 Januari 2018

Perempuan di Balik Layar Hollywood Tetap Sedikit

Kamis 11 Januari 2018 16:50 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Yudha Manggala P Putra

Sutradara perempuan Patty Jenkins.

Sutradara perempuan Patty Jenkins.

Foto: Gizmodo

REPUBLIKA.CO.ID, HOLLYWOOD -- Tahun 2017 bisa jadi tahun yang besar bagi para pembuat film perempuan. Di mana sutradara perempuan seperti Patty Jenkins, Greta Gerwigs, dan Dee Rees menerima kritikan bagus dan sukses di box office. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa persentase perempuan bekerja di industri belakang layar tidak berubah sejak 20 tahun lalu.

Hanya ada 18 persen perempuan yang bekerja sebagai sutradara, penulis, produser, eksekutif produser, editor, dan kameramen pada 250 film yang diproduksi pada 2017 lalu. Persentase tersebut konstan sejak studi tersebut dimulai pada 1998.

Studi yang bernama Celluid Ceiling merupakan studi buatan Universitas San Diego State menunjukkan bahwa hanya satu persen film teratas yang memiliki pegawai sebanyak 10 atau lebih perempuan. Dimana 70 persen pegawai diisi oleh laki-laki.

Studi tersebut fokus pada 250 film yang memiliki pendapatan tertinggi secara domestik dan menemukan sedikit kenaikan pada sutradara perempuan. Di mana sebanyak 11 persen perempuan menyutradarai dari 250 film. Naik dari tahun 2000 sebesar tujuh persen.

"Industri perfilman sama sekali gagal mengatasi setengah pengangguran wanita yang terus berlanjut di balik layar. Kelalaian ini telah menghasilkan budaya beracun yang mendukung skandal seksual dan memotong banyak karier wanita," kata penulis studi tersebut, Martha M. Lauzen, seperti dikutip pada laman Entertainment Weekly.

Penelitian tersebut muncul bersamaan setelah selebritas perempuan di Hollywood semakin sering menyerukan kesetaraan gender di balik layar. Aktris, pembuat film, para direktur perusahaan, dan aktivis baru-baru ini meluncurkan gerakan Time's Up. Gerakan ini bertujuan untuk mengakhiri pelecehan seksual di industri hiburan dan meningkatkan kesetaraan gender.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES