Senin , 06 March 2017, 13:44 WIB

Harvey Malaiholo: Tak Ada Senior-Junior

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Yudha Manggala P Putra
ANTARA/Teresia May
Harvey Malaiholo
Harvey Malaiholo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musik merupakan bahasa universal untuk menyampaikan pesan tanpa mengenal batas, termasuk usia. Karenanya Harvey Malaiholo sangat terbuka untuk bisa berkolaborasi dengan musisi-musisi muda.

Harvey mengatakan, bukan hal mudah baginya untuk berkolaborasi dengan musisi muda. Apalagi banyak musisi muda yang cenderung segan karena melihat dirinya sebagai senior atau legenda dalam industri musik. "Jadi mereka udah ketakutan dulu. Padahal sebenarnya kita sama-sama seniman," ujar Harvey kepada Republika saat ditemui di Java Jazz Festival 2017, JIExpo Kemayoran.

Harvey mengaku memiliki keinginan besar untuk bisa berkolaborasi dengan musisi muda. Menurut pria yang sudah memiliki 40 tahun pengalaman bermusik, berkolaborasi dengan musisi muda memberinya energi baru dalam bermusik.

Di sisi lain, Harvey juga berharap kolaborasi dengan musisi muda juga dapat memberi kesempatan bagi mereka untuk menyerap pengalaman Harvey. "Saya ingin sekali mengambil energi baru dari anak anak muda ini. Saya perlu itu mudah mudahan mereka juga bisa menyerap eksperiens dalam diri saya selama 40 tahun berkarya," tambah Harvey antusias.

Oleh karena itu, Harvey merasa kolaborasinya dengan kelompok musisi jazz muda Shadow Puppets sebagai 'gayung bersambut'. Harvey mengatakan keduanya memiliki misi yang sama dengan menghidupkan kembali lagu-lagu hits di era 50-an melalui album Indonesian Songbook.

Dalam perhelatan Java Jazz Festival 2017, Harvey dan Shadow Puppets mendapat kesempatan untuk membawakan lagu-lagu era 50-an yang terdapat dalam album tersebut. Para penonton yang semula sedang bersantap di area seakan terhipnotis dan ikut terhanyut dalam alunan jazz lagu-lagu era 50-an dari dua musisi beda generasi ini.

Selama berkolaborasi dengan Shadow Puppets, Harvey mengaku tak menemukan kendala berarti. Sebaliknya, Harvey dan Shadow Puppets justru berencana untuk melanjutkan kolaborasi mereka dan menelurkan volume kedua dari Indonesian Songbook. "(Dalam berkarya) Tidak ada senior-junior. Kita sama-sama ingin berkarya. Saat berkolaborasi, pasti kita menampilkan yang terbaik dari diri kita masing-masing," jelas Harvey.