Jumat , 19 May 2017, 13:41 WIB

Akhir Perjalanan Bapak Grunge Chris Cornell

Rep: Arif Satria Nugroho/ Red: Yudha Manggala P Putra
AP Photo/Nam Y. Huh
Chris Cornell
Chris Cornell

REPUBLIKA.CO.ID, DETROIT -- Vokalis utama band beraliran Grunge asal Seattle Amerika Serikat Soundgarden sekaligus Audioslave, Chris Cornell meninggal dunia pada usia 52 tahun. Vokalis yang dikenal sebagai salah satu 'bapak' kelahiran musik grunge selain Kurt Cobain (Nirvana) dan Eddie Vedder (Pearl Jam) ini meninggal Rabu (17/5) malam di Detroit, Amerika Serikat.

Perwakilan keluarga Cornell, Brian Bumbery tidak menyangka Chris Cornell akan meninggalkan dunia ini secepat itu. Saat ini, menurut Bumbery pihak keluarga masih berkomunikasi dengan pihak medis perihal penyebab meninggalnya Cornell. "Kematian ini benar-benar tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi," ujar Bumbery seperti dilansir New York Times.

Meninggalnya Cornell cukup mengejutkan lantaran saat ini Cornell sedang menjalani tur nasional bersama Soundgarden. Bahkan, Cornell saat ini sedang berada di tengah penulisan dan rekaman album terbaru Soundgarden sejak lima tahun lalu. “Akhirnya kembali ke Rock City!!!!" terjemahan cuitan Cornell beberapa jam sebelum meninggal.

Melongok perjalanan Cornell di masa lalu mengingatkan publik pada pergerakan musik Seattle yang sempat merajai panggung musik dunia termasuk Indonesia di tahun 90an. Mengusung aliran Grunge, Cornell bersama Soundgarden, Kurt Cobain bersama Nirvana dan Eddie Vedder bersama Pearl Jam. Cornell dikenal dengan suara lengkingan seraknya.

Bapak-bapak pengusung musik Grunge itu pun berhasil menginfus dunia dengan gaya bermusik mereka yang keras dan tegas namun tetap melankolis dalam penyampaian pesannya. Sejumlah lagu andalan Soundgarden seperti "Black Hole Sun" pun tak jarang didengarkan oleh publik tahun 90an bersama "Smells Like Teen Spirit"-nya Nirvana dan "Black" oleh Pearl Jam.

Musik itu bahkan pernah berada di tangga lagu teratas di Indonesia pada tahun 90an. Cornell bahkan sempat berkolaborasi dengan pentolan Pearl Jam, Eddie Vedder membentuk superband dengan nama Temple of the Dog dengan andalan lagu "Hunger Strike"-nya.

Meninggalkan Soundgarden, Cornell menjajaki karier bermusik bersama gitaris kawakan Rage Against The Machine, Tom Morello. Bersama Morello dan personel RATM lain, Cornell membentuk Audioslave. Cornell juga sempat mencoba menjajaki karier sebagai penyanyi solo.

Karya Audioslave yang banyak digandrungi bertajuk "Like a Stone" pada awal tahun 2000an. Hal ini karena lagu itu menjadi musik tema Gim sepak bola Playstation, Winning Eleven yang digandrungi remaja Indonesia pada masa itu.

Namun kini salah satu bapak Grunge itu telah pergi. Cornell menyusul Cobain yang telah meninggal 23 tahun lalu. Namun baik Cornell dan Cobain telah meninggalkan legasi fondasi aliran musik Grunge yang berkarakter hingga saat ini.

Berita Terkait