Sabtu , 12 August 2017, 20:04 WIB

Jokowi Nilai Perlunya Membandingkan Musik Tanah Air

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani
setkab.go.id
Jokowi
Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengakui memang sulit menghadang infiltrasi budaya terjadi. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya remaja yang menyukai grup musik asal luar negeri.

Namun ia menilai hal ini tak perlu terlalu dirisaukan, selama dilakukan untuk mengetahui posisi bangsa dan untuk membandingkan kualitas musik negara lain dengan grup musik dalam negeri. Presiden pun mengakui dirinya sendiri menyukai penampilan band Metallica, Linkin Park, dan Judas Priest.

"Untuk apa harus tahu? Untuk apa kita nonton? Untuk membandingkan posisi kita ada di mana, kekalahan kita ada di mana, kemenangan kita ada di mana. Jangan sampai kita tergerus oleh itu," ujarnya.

Selain untuk mengukur keberadaan grup musik di tanah air, menonton sebuah konser grup musik dari luar negeri juga diperlukan untuk membandingkan bagaimana penataan presentasi musik mereka, seperti manajemen lighting, manajemen panggung, dan juga pengelolaan para penonton.

Ia pun menilai, para pemusik di dalam negeri tak kalah hebat dari para pemusik luar negeri. Ia mencontohkan grup musik Superman is Dead, Burgerkill, dan Slank. Dengan berbagai macam kreativitas anak dalam negeri, Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar yang memiliki kekayaan alam, seni, dan budaya.

"Kita memiliki semuanya, budaya kita juga kita lihat yang tarian, dari Sabang sampai Merauke berapa puluh ribu kita miliki," tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden berharap masyarakat tetap waspada dan terus memegang teguh Pancasila untuk memenangkan pertarungan ideologi dengan negara lain. Dirinya juga mengingatkan bahwa pertarungan ideologi belum selesai dan masih akan terus berlanjut.

"Dengan cara berbeda mereka akan masuk entah lewat musik, tari, budaya, ekonomi. Hati-hati!" ucap Presiden.