Kamis , 14 September 2017, 22:01 WIB

Buat Album Baru, Noah Dikarantina di Atas Kapal

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Ariel Noah
Ariel Noah

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Untuk mencari inspirasi dalam membuat album lagu, memang tak mudah. Bahkan, sekelas band ternama seperti Noah pun, membutuhkan 'iklim' yang inspiratif untuk menciptakan karyanya. Karenanya, untuk bisa menghasilkan karya yang maksimal, personil Noah, rela dikarantina selama sepekan terombang-ambing ombak lautan Lombok.

Mereka, memindahkan studionya ke atas sebuah kapal untuk membuat Album baru dengan salah satu lagu andalannya berjudul "Wanitaku". "Kami mencari cara untuk refresh lagi. Makanya, semua di karantina lagi," ujar pentolan Grup Band Noah, Ariel kepada wartawan, di Kota Bandung, Kamis (14/9).

Menurut Ariel, Kapal dan Pulau Lombok menjadi pilahan untuk karantina Noah. Karena, ia ingin dikarantina di tempat yang tak bikin stres. "Setahun membuat album dalam studio agak stress, jadi cari tempat yang agak lain. Kami lempar ke musica untuk mencarikan tempatnya, akhirnya di pilih di kapal," katanya.

Ariel mengatakan, dikarantina dalam sebuah kapal selama sepekan memang cukup efektif untuk mengatasi kebosanan. Karena, biasanya 24 jam bekerja di studio. "Banyak kejadian serunya. Sebagai orang gunung karena saya tinggal di Bandung, ini harus tinggal di laut. Dua hari goyang terus ada hujan, ombak, macam-macam," katanya.

Senada dengan Ariel, anggota Band Noah lainnya Uki, mengaku, dikarantina di kapal menjadi pengalaman yang baru. Yang paling ia ingat adalah di kapal tak bisa tidur.

"Ombaknya besar sekitar 4 meter. Kalau tidur, kayu perahunya bergesekan dengan air jadi agak horor ga bisa tidur. Jadi kami tidur di dek kapal," katanya.