Senin , 09 Oktober 2017, 18:11 WIB

Etnik Kreatif di Soegra Music Festival Indramayu

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Yudha Manggala P Putra
dok. Humas Indramayu
Tarling. Ilustrasi
Tarling. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU  -- Soegra Music Festival siap digelar di Kabupaten Indramayu Rabu (11/10) dan Kamis (12/10) besok. Tak hanya menjadi ajang apresiatif terhadap komunitas musik, acara itu juga untuk mengibarkan tarling sebagai kesenian asli Indramayu.

Art Director Soegra Music Festival Ucha M Sarna menjelaskan, acara akan dimulai pukul 19.30 WIB hingga 23.00 WIB. ''Soegra Music Festival kali ini mengambil tema ethnic dan creative,'' kata Ucha, saat menggelar jumpa pers di Indramayu, Senin (9/10).

Ucha menerangkan, Soegra Music Festival akan menghadirkan delapan talent. Adapun delapan talent yang akan tampil itu yakni Nusa Tuak, Hanyaterra, Aman Perkusi, D'bamboo Essential, Log Sanskrit, Kampoeng Konser, Dewokustik, dan Indramayu Ethnic Newage.

Ucha menyatakan, selain menampilkan lagu masing-masing talent, kedelapan itu juga diwajibkan membawakan satu dari delapan lagu tarling legendaris asli Indramayu. Di antaranya lagu 'Pemuda Idaman', 'Percuma', 'Cibulan', 'Manuk Dara', 'Nambang Dawa', dan 'Emboke Bocah'.

Ucha menjelaskan, nama Soegra Music Festival diambil dari Sugra, seorang tokoh kreator tarling asli Indramayu. Di masanya hingga saat ini, Sugra juga menjadi tokoh inspiratif yang mampu melahirkan sejumlah tokoh tarling, di antaranya Jayana.

Pengarah Acara Soegra Music Festival, Yogi, menambahkan, selain pemantik komunitas musik, Soegra Music Festival juga dimaksudkan untuk mengibarkan dan menunjukkan bahwa tarling asal mulanya dari Indramayu. Dia berharap, tarling akan lebih dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

''Dalam Soegra Music Festival juga akan menghadirkan sejumlah tokoh tarling legendaris Indramayu,'' ungkap Yogi.

Berita Terkait