Rabu , 11 Oktober 2017, 20:53 WIB

Eminem 'Gebuk' Donald Trump dengan Lirik Tajam

Rep: Taufiq Alamsyah Nanda/ Red: Yudha Manggala P Putra
YouTube
Eminem dalam video untuk Bet Hip Hop Awards.
Eminem dalam video untuk Bet Hip Hop Awards.

REPUBLIKA.CO.ID, INGGRIS -- Penyanyi rap Eminem 'menggebuk' Presiden Donald Trump menggunakan lirik tajam dalam sebuah video freestyle untuk BET Hip Hop Awards, Selasa (10/10) malam waktu setempat. Dalam video lima menit bertajuk 'The Storm' itu Eminem meluapkan lirik bernuansa kemarahan atas Trump terkait ujaran kebenciannya di Twitter, sikap rasisnya, pertengkarannya dengan pemain footbal profesional, hingga kebijakan soal pengendalian senjata.

Penyanyi rap bernama lengkap Marshall Bruce Mathers III ini pun telak mengkritik respons Trump atas kejadian kekerasan di Charlottesville, tragedi bencana Badai Maria di Puerto Rico, hingga tragedi penembakan masal di Las Vegas.

"We better give Obama props/'Cause what we got in office now is a kamikaze/That will probably cause a nuclear holocaust/While the drama pops/And he waits for [expletive] to quiet down/He'll just gas his plane up and fly around/Till the bombing stops," demikian beberapa potong lirik yang dilantunkan Eminem.

Jika diterjemahkan, "Kita lebih baik memberikan Obama posisi/Karena apa yang kita miliki di kantor (Gedung Putih) adalah kamikaze/ Itu mungkin picu bencana nuklir/ Saat drama muncul/Dan ia menunggu sampai tenang/Dia hanya menggeber pesawatnya dan terbang ke sana sini/Sampai pengeboman berhenti/."

Eminem juga mengajak para pendengar lagunya yang masih mendukung Trump untuk melawan. "Setiap penggemar saya/ Yang menjadi pendukung Trump/Saya menggambar garis di pasir/Kalian ikut atau lawan/Jika tidak bisa memutuskan/Siapa yang kalian pilih dan memilih pergi/Terhadap siapa yang harus kalian bela/Saya akan melakukan ini untuk kalian/," ujar Eminem lagi, yang dalam video itu mengenakan jaket hitam dengan tudung yang menutupi topi baseballnya.

Ini bukan pertama kalinya Eminem menjadikan Trump target 'serangan'. Pada Agustus, saat tampil di Reading Festival Inggris, ia juga menyuarakan ajakan anti-Tump. Beberapa hari sebelumnya ia juga melakukan hal sama saat konser di Glasgow.

" width="425" height="350" frameborder="0">