Kamis , 09 November 2017, 00:55 WIB

Harris J Kampanye Antiperisakan ke Ribuan Pelajar Sumbar

Red: Yudha Manggala P Putra
Republika/Sapto Andika Candra
Penyanyi asal Inggris, Harris J, tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Senin (6/11). Harris dijadwalkan akan menggelar Konser dengan tema Anti-Bullying di Padang.
Penyanyi asal Inggris, Harris J, tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Senin (6/11). Harris dijadwalkan akan menggelar Konser dengan tema Anti-Bullying di Padang.

REPUBLIKA.CO.ID, PAINAN, SUMBAR -- Penyanyi yang juga duta anti-bullying internasional, Harris J mengkampanyekan sikap anti bullying atau perisakan dengan menggelar konser di Pentas Pantai Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, yang diramaikan ribuan pelajar daerah setempat, Rabu (8/11).

Pada konser tersebut Harris J menyanyikan beberapa tembang di antaranya "Heal the World", "Save Me from Myself",  dan "Assalamualaikum". Ribuan pelajar yang menyaksikan konser tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya ketika menyaksikan aksi panggung artis kelas dunia itu.

Pada kesempatan tersebut, Harris berkomunikasi hangat dengan para pelajar, selain menanyakan tembang apa yang akan ia nyanyikan, pada beberapa kesempatan ia juga mengajak pelajar menghentikan tindakan bullying atau perisakan."Stop bullying," katanya, para pelajar dengan kompak juga mengatakan "Stop bullying".

Painan merupakan daerah kedua setelah Kota Padang yang dikunjungi Harris pada kampanye seputar tindakan merisak ke Sumatra Barat. Sebelumnya, ketika melaksanakan kampanye anti merisak di Kota Padang Harris J, menyebutkan merisak sering terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Menurutnya perilaku tersebut cukup berbahaya dan berpotensi mengganggu psikologi korbannya. "Perilaku merisak cukup meresahkan dan bahkan ada yang berujung pada kematian," tambahnya.

Penyanyi asal Inggris yang hafal Alquran 14 Juz itu juga menjelaskan merisak dapat mempengaruhi nilai akademis anak maupun mahasiswa, tidak memiliki semangat bersekolah, membunuh karakter korbannya dan tekanan psikologi yang akan dibawa hingga dewasa.

Pada 2016, dirinya juga sudah datang ke Indonesia dan mendapat laporan bahwa setiap harinya ada anak yang meninggal karena dirisak.

Sumber : Antara