Minggu, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 Februari 2018

Minggu, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 Februari 2018

Selendang Nusantara Suguhkan Kekayaan Indonesia Lewat Musik

Senin 22 Januari 2018 08:54 WIB

Red: Hazliansyah

Konser Selendang Nusantara

Konser Selendang Nusantara

Foto: instagram/selendang.nusantara
Konser "Selendang Nusantara" akan berlangsung pada 25 Januari 2018

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yayasan Jayakarta Nada Persada bersiap menggelar satu pertunjukan musik spesial bertajuk "Selendang Nusantara". Konser akan mengemas dan menyelaraskan dua konsep pertunjukan musik. Yakni tidak hanya sekadar konser, tapi sekaligus menyampaikan pesan harmonis bahwa Indonesia sangat kaya akan nilai seni dan budaya.

Konser "Selendang Nusantara" akan berlangsung pada 25 Januari 2018 di Soehanna Hall-The Energy Building SCBD, Jakarta.

"Melalui konser ini, penikmat musik diharapkan dapat menjaga rasa cintanya pada Indonesia. Dan melalui musik mengajak semua generasi muda serta dewasa untuk bersama menikmati konser langka ini," ujar Ketua Yayasan Jayakarta Nada Persada, Dedi Sjahrir Panigoro.

Di bawah racikan Jayakarta Symphony Orchestra (JSO), konser akan dibuka dengan Musical Soiree mulai pukul 16.00-17.00 WIB. Disusul dengan Konser "Selendang Nusantara" pukul 18.30 hingga selesai.

Yang melibatkan musisi-musisi muda bertalenta, diantaranya Nathania Karina, Purwacaraka, Gevorg Sargsyan, Giring Ganesha, Amar Ibrahim, Gabriel Harvianto, Jessica januar, Putu Sastrani, Aditya Setiadi, dan Voctaville Choir.

"Konser ini timbul dari pertanyaan saya kepada diri saya sendiri, bagaiamana mengukur cinta kepada Indonesia?," ujar Dedi Sjahrir Panigoro.

Melalui konser ini Dedi ingin menanam benih berupa wadah bagi generasi muda, untuk berkarya dan menunjukkan cinta mereka kepada Indonesia di Jayakarta Symphony Orchestra (JSO).

JSO akan membagi perunjukannya dalam dua babak. Masing-masing babak berdurasi 45 menit, dengan intermission selama 15 menit. Beberapa lagu magnum opus akan dibawakan, seperti "Di Bawah Sinar Purnama", "Don’t Rain On My Parade", "Laskar Pelangi", "This is The Moment", "Indonesia Jaya", "Syukur", "Selendang Sutra", "Sabda Alam", "Rindu Lukisan" dan beberapa nomor tersohor lainnya.

Dedi mengatakan tidak akan berhenti pada titik hanya menjadi pecinta seni, terutama seni musik. Tetapi akan selalu dan terus menyediakan wadah untuk generasi muda untuk berkarya dan menunjukan cinta kepada Indonesia. Karena menurutnya, mencintai Indonesia bisa dilakukan dengan berbagai media.

Dia juga berharap, semua generasi tetap bersemangat untuk melestarikan kekayaan seni dan budaya Indonesia, dengan terus membangun dan berkarya demi Indonesia yang sejahtera dan bermartabat.

"Saya berharap terus dijalin hubungan harmonis dan tetap berupaya untuk saling memahami sehingga jarak antargenerasi tidak menjadi penghalang bagi satu sama lain untuk saling mendukung," imbuh dia.

Konser Selendang Nusantara juga membuka Donasi untuk Pulau Sumba berupa sepatu layak pakai dan buku-buku bacaan sebagai bentuk kepedulian kepada literasi Indonesia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Mengintip Kereta Cepat Jamaah Haji-Umrah

Ahad , 25 Februari 2018, 07:10 WIB