Senin , 20 March 2017, 13:32 WIB

Apakah Mona Lisa Benar-Benar Tersenyum?

Red: Esthi Maharani
.
Monalisa
Monalisa

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Meski mimik wajah lukisan Mona Lisa terkesan ambigu, sebuah studi kecil meyakinkan kalau Mona Lisa benar-benar tersenyum.

Para peneliti dari Institute for Frontier Areas of Psychology and Mental Health di Freiburg Jerman menunjukan salinan lukisan asli Mona Lisa dan delapan gambar Mona Lisa yang diedit posisi bibirnya baik agak naik maupun turun kepada 12 orang partisipan. Hampir 100 persen gambar asli Monalisa dan semua gambar Mona Lisa dalam 'aura positif' diartikan bahagia, demikian dilansir Live Science akhir pekan lalu.

Lukisan Mona Lisa dibuat Leonardo da Vinci antara 1503 dan 1507. Menurut essayist Inggris Walter Pater, lukisan ini terkenal karena ambiguitas emosional. Peter mengatakan kesan pertama Mona Lisa adalah kelembutan. Namun, ekspresinya bisa juga berarti kesinisan.

Sementara itu, sejarawan kesenian Inggris Ernst Gombrich menulis, kadang Mona Lisa terlihat seperti sedang mengejek orang-orang memandangnya. Namun di sisi lain nampak pula ada kesedihan dalam senyum Mona Lisa. Untuk mendapatkan hasil lebih mendalam, para peneliti bertanya pada para partisipan apakah mereka pikir Mona Lisa bahagia atau sedih.

''Kami kaget para partisipan mengartikan gambar asli Mona Lisa bahagia. Jawaban ini justru jadi tanda tanya bagi para sejarawan seni,'' tutur peneliti senior dan saintis Institute for Frontier Areas of Psychology and Mental Health di Freiburg, Jerman, Jürgen Kornmeier.

Dalam eksperimen yang hasilnya dipublikasikan dalam Jurnal Scientific Report, partisipan diperlihatkan secara acak gambar asli Mona Lisa dan delapan gambar tambahan yang diedit. Partisipan juga diperlihatkan gambar asli dan tujuh gambar transisi 'sedih' Mona Lisa.

''Data menunjukkan persepsi kita akan sedih dan bahagia tidaklah absolut tapi menyesuaikan lingkungan dan perubahannya sangat cepat,'' kata Kornmeier.

Para peneliti sendiri berencana meneruskan studi mereka dengan menelaah persepsi pada kelompok difabel.