Senin , 19 June 2017, 02:50 WIB

Wanita Ini Jelajahi 4 Benua untuk Bertemu Teman Facebook

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih
Odditycentral
Tanja Hollander yang berkeliling dunia demi bertemu teman Facebooknya.
Tanja Hollander yang berkeliling dunia demi bertemu teman Facebooknya.

REPUBLIKA.CO.ID, MAINE -- Pertemanan di dunia maya sering kali dikaitkan dengan pertemanan palsu. Ingin mematahkan anggapan tersebut, seorang perempuan asal Maine, Amerika Serikat mendatangi 626 teman di akun Facebook-nya.

Tanja Hollander memutuskan untuk mencari tahu jawaban atas anggapan banyak orang seputar pertemanan yang berawal dari dunia maya. Dia memutuskan mendokumentasikan pengalaman mengunjungi teman-teman di Facebook dalam sebuah proyek lima tahun yang disebut "Are You Really My Friend?"

Proyek tidak biasa itu dimulai pada Malam Tahun Baru 2010, setelah bercakap-cakap dengan beberapa teman onlinenya,  Hollander bertanya-tanya dalam hati apa hubungannya dengan semua orang di daftar Facebook-nya. Dia bertanya pada dirinya sendiri apakah persahabatan yang terbentuk secara online sama nyatanya dengan yang ada di dunia nyata.

Melalui pertanyaan sederhana itu, dia memutuskan untuk menemukan jawaban. Rencananya cukup mudah, dia harus mengunjungi semua teman Facebook-nya, menghabiskan waktu bersama mereka, dan memotret mereka untuk sebuah proyek seni.

Dia akhirnya memutuskan bepergian rata-rata dua pekan per bulan, untuk jangka waktu lima tahun untuk mengunjungi seluruh teman dunia mayanya.  Tidak lupa, dia mendokumentasikan setiap pertemuan di akun Facebook dan Instagram.

Ketika perjalanan epiknya berakhir tahun 2016,  Hollander telah mengunjungi empat benua, 12 negara, 43 negara bagian Amerika, dan telah disambut di lebih dari 400 rumah. Yang paling penting, dia telah menemukan jawaban atas pertanyaan yang menjadi awal mula perjalanan itu.

"Satu hal yang pasti. Tidak ada perbedaan antara pertemanan online dan persahabatan offline," kata Hollander  dikutip dari Odditycentral, Senin (19/6).

Proyek seni epik juga menjadi subyek dokumenter yang berhasil dikembangkan di Kickstarter awal tahun ini. Rekaman yang dilakukan Hollander selama lima tahun secara resmi dirilis pada tanggal 18 Maret.