Jumat , 03 November 2017, 03:00 WIB

Apakah Kucing Besar Mengubur Kotoran Seperti Kucing Rumahan?

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Karta Raharja Ucu
EPA
kucing (ilustrasi)
kucing (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perilaku mengubur urin atau feses dilakukan kucing rumahan untuk menandai wilayah teritorial mereka. Kotoran kucing mungkin sama saja dengan kotoran manusia, namun kucing bisa membedakan karena ada penanda aroma kimia unik yang disebut feromon yang terdapat dalam urin atau fesesnya.

Di alam liar, kucing besar termasuk ke dalam genus Panthera, seperti singa, harimau, macan tutul, dan jaguar bersaing memperebutkan wilayah kekuasaan. Mereka tidak seperti kucing rumahan, sehingga sering tidak mengubur kotoran. Ini sebagai sinyal mereka mengklaim area tertentu.

Kucing rumahan atau kucing liar yang lebih kecil, lebih lemah mengubur feses dan urin mereka sebagai cara untuk memastikan kucing besar tidak merasa tertantang. Kucing kecil yang hidup liar di hutan juga menyembunyikan sampah sisa makanan mereka agar tak menarik perhatian kucing besar atau predator lainnya. Ini juga dalam rangka melindungi sarang dan anak-anak mereka.

Kucing rumahan atau kucing domestik (Felis catus) memiliki naluri kuat untuk melindungi diri. Meski tidak ada predator di rumah, mereka tetap akan mengubur kotorannya untuk berjaga-jaga.

"Semua kucing domestik dalam kondisi normal pasti menggunakan baskom berisi pasir, wadah kosong, atau tanah untuk mengubur kotoran mereka," kata ahli zoolingi dan ahli etika, Desmond Morris dalam bukunya berjudul 'Catlore,' dilansir dari Live Science, Kamis (2/11).

Kucing rumahan tidak akan pernah membuang kotoran di tempat sampah. Morris mengatakan kucing memiliki naluri untuk menghindari penyakit, infeksi saluran kemih, masalah perut, atau bisa juga karena mereka tidak pernah dibiasakan membuang kotoran di sana. Kucing bukan satu-satunya hewan yang mengubur kotoran mereka. Hewan lain, seperti armadillo, marmot tanah, cerpelai, dan beberapa jenis musang melakukan hal sama.