Rabu , 06 Desember 2017, 08:58 WIB

7.500 Orang Membeli Kastil Bersejarah di Prancis

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari
ist
Chateau de laMothe-Chandenier.
Chateau de laMothe-Chandenier.

REPUBLIKA.CO.ID, POITIRES -- Lebih dari 7.500 orang baru saja membeli sebuah kastil abad ke-13 di Prancis bersama-sama. Mereka secara sukarela melakukan sumbangan dana secara daring untuk membeli Chateau de laMothe-Chandenier.

Hasil dari sumbangan banyak pihak tersebut mengumpulkan dana sebesar 615.900 euro atau setara dengan Rp 9,8 miliar. Uang dipergunakan untuk menyelamatkan kastil dari kehancuran atau kerusakan.

Benteng tersebut memiliki sejarah yang terkenal sejak abad ke-13. Tempat tersebut diambil oleh Inggris dua kali selama Abad Pertengahan dan hancur selama Revolusi Prancis.

Properti itu berpindah tangan beberapa kali sampai Baron Edgard Lejeune membelinya dan memulai rekonstruksi pada tahun 1870. Beberapa waktu kemudian, benteng tersebut menjadi tempat yang berkembang ketika pemiliknya melakukan pesta mewah, sampai api menyapu dan menghancurkan sebagian besar bangunan pada 1932. Keadaan tersebut bertahan sampai tahun 1981, ketika Marc Deyemer membeli tanah itu dan berniat mengembalikannya.

"Saya membunuh diri sendiri selama dua tahun untuk mencoba menyelamatkannya dengan pekerjaan pelestarian, tapi saya merasa sakit saat proyek saya dilumpuhkan oleh orang-orang tertentu," ujar Deyemer mengatakan kepada berita Prancis lima tahun yang lalu dikutip dari Travel and Leisure, Rabu (6/12).

Penduduk setempat di wilayah Poitou-Charentes Prancis, yang berjarak sekitar 200 mil barat daya Paris, bergabung dengan Dartagnans, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri mengumpulkan uang untuk menyelamatkan bangunan bersejarah dengan cara kampanye pengumpulan dana bersama. Uang dari kampanye akan digunakan untuk membeli kastil, mengembalikannya, dan akhirnya membukanya ke publik.

Mereka meminta bantuan kepada setiap oranguntuk menyumbang minimal 50 euro atau Rp 802 ribu untuk menempatkan nama sebagai pendonasi benteng tersebut. Kampanye ini mendorong banyak orang bukan hanya berdonasi, namun menyuarakan agar mau menyelamatkan tempat-tempat bersejarah.

"Gagasannya bukan hanya untuk mengumpulkan uang, tapi juga mengajak orang sebanyak mungkin ikut menyelamatkan tempat magis dan dongeng ini," ujar Pendiri Dartagnas Romain Delaume.

Proyek ini akan terus berjalan sampai perayaan Natal. Untuk saat ini donasi telah melebihi target awal yang dipatok 500 ribu euro atau Rp 8 miliar untuk membeli bangunan tersebut. Sekarang diharapkan untuk mengumpulkan tambahan 500 ribu untuk memulai rekonstruksi.


Berita Terkait