Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Kiai Ma'ruf Sebut Islam Wasathiyah Bisa Jadi Solusi

Jumat 22 Mar 2019 01:15 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Teguh Firmansyah

Cawapres KH. Ma'ruf Amin saat menghadiri deklrasi Jaringan  Kiai Santri Nasional (JKSN) dan Alinasi Masyarakat Kalimantan Timur di  Gedung Dome, Balikpapan, Kamis (21/3).

Cawapres KH. Ma'ruf Amin saat menghadiri deklrasi Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) dan Alinasi Masyarakat Kalimantan Timur di Gedung Dome, Balikpapan, Kamis (21/3).

Foto: Dok Istimewa
Islam Wasathiyah tidak berpikir tekstual atau liberal, melainkan moderat.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH. Ma\'ruf Amin mengatakan, Islam Wasathiyah  (Islam pertengahan) mengajarkan agar umat agar tidak berpikir terlalu tekstual dan tidak juga liberal, tapi berpikir moderat. Karena itu, menurut dia, Islam Wasathiyah bisa menyelesaikan persoalan kebangsaan.

"Islam Wasathiyah adalah Islam yang berpikir tidak tekstual, tidak liberal. Kemudian bisa menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan," ujar Kiai Ma'ruf saat menjadi Pembicara Kunci dalam Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (21/3) malam.

Menurut dia, Islam Wasathiyah tidak mengajarkan menggunakan cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan persoalan. "Jangan kita misalnya untuk menyampaikan keinginan melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dengan cara kekerasan," ucapnya.

Saat aktif menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Ma'ruf juga kerap menggaungkan Islam Wasathiyah ini. Karena, Islam Wasathiyah juga tidak mengajarkan umat untuk menggunakan cara-cara yang tidak terpuji dalam mewujudkan keinginannya.

"Menggunakan cara-cara yang tidak terpuji, seperti hoks dan fitnah itu tidak sesuai dengan prinsip Islam Wasathiyah,\" kata Mantan Rais Aam PBNU ini.

Karena itu, dia pun mengajak kepada seluruh umat Islam untuk kembali kepada ajaran Islam yang rahmatal lil alamin. "Jangan sampai kita bertindak hal-hal, termasuk hoaks dan fitnah. Itu berbahaya dan itu merusak, dan bisa menimbulkan konflik yang tidak perlu," tutupnya.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA