Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Wow...Gamelan Jawa Dapat Pengaruhi Musik Klasik Barat

Jumat 24 Jun 2011 13:15 WIB

Red: Krisman Purwoko

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--Pengamat musik klasik Maria Immaculata Setiadi mengakui Gamelan Jawa ternyata dapat mempengaruhi musik klasik Barat. "Hal itu terlihat pada konser 'The Isle is Full of Noises: Javanese Gamelan and Its Influence on Western Classical Music' yang diadakan di Royal College of Music, London, " ujarnya kepada ANTARA London, Jumat.

Menurut mahasiswa program S-2 di bidang piano performance, Royal College of Music (RCM) itu, betapa unik ide yang ditampilkan lewat konser dua alat musik yang berbeda aliran itu. Ia mengatakan, konser yang ditampilkan mahasiswa RCM dan didukung pemain dari Southbank Gamelan memang unik karena menampilkan lagu tradisional Gamelan Jawa yang menggunakan instrumen Gamelan Jawa yang dimiliki RCM, lalu dipadukan dengan instrumen Barat, serta lagu klasik Barat yang memiliki pengaruh Gamelan Jawa.

Menurut mahasiswa yang terinspirasi oleh program Beasiswa Unggulan Kemdiknas Indonesia itu, pengaruh Gamelan Jawa di lagu klasik Barat itu bermula ketika Debussy dan Satie, yang keduanya adalah komposer Prancis mendengar suara gamelan pertama kali pada tahun 1889 di "Paris Exposition." "Sejak itu, instrumen Gamelan Jawa mempengaruhi beberapa komposer musik klasik Barat," ujar mahasiswa yang dibimbing Prof Nigel Clayton dan bercita-cita untuk menyelesaikan studinya yang mengakui sungguh tak terkira dampak dari suatu pengalaman bermusik.

Lagu-lagu klasik Barat yang ditampilkan malam itu seperti Cloches a travers les feuilles (karya Debussy), Galamb Borong (karya Ligeti), dan Gnossiennes 1-3 (karya Satie). Selain itu, Philemon and Baukis for violin and Javanese Gamelan (karya Lou Harrison), Java Suite part 1 (karya Godowsky) dan karya kontemporer Game on Gamelan (world premiere, karya William Dougherty) menunjukkan pengaruh yang terjadi dalam 120 tahun.

Musik tersebut dimainkan bergantian dengan karya tradisional untuk gamelan seperti Ladrang Wilujeng - Laras Slendro Pathet Manyura dan Pathetan Jugag - Gendhing Gambirsawit - Kebar Sumedhangan - Ketawang Subakastawa - Laras Slendro Pathet Sanga.

Sebelum konser, Prof. Neil Sorrell, dosen senior dari Universitas York yang juga pengarang buku "A Guide to the Gamelan" memberikan pengantar tentang pengaruh Gamelan Jawa di musik piano Barat abad ke-20. "Konser ini tidak hanya unik dari segi karya musik yang dimainkan, namun juga dari pemainnya yang seluruhnya adalah orang asing dari berbagai bangsa, dari Inggris hingga Singapura," ujar Maria.

Maria yang ikut tampil memainkan karya Debussy untuk piano solo, merupakan satu-satunya orang Indonesia yang tampil dan orang Indonesia kedua dalam hampir 30 tahun terakhir mendapat kesempatan studi musik di institusi seperti RCM. Ia mengatakan, beberapa dari para pemain lainnya adalah alumnus dari program beasiswa Darmasiswa (program Kemdiknas) yang pernah tinggal di Solo untuk mendalami studi Gamelan.

Selain menyuguhkan karya seni yang bernilai artistik tinggi, konser malam itu menjadi saksi mata bagaimana pertukaran budaya dapat membawa dampak positif bagi pihak-pihak yang bersangkutan dan memperkaya pribadi seseorang. Maria yang saat ini sedang menempuh studi S-2 dan terinspirasi oleh program Beasiswa Unggulan untuk bisa terus menempuh studi dan membawa nama Indonesia dalam bidang musik mengakui bahwa kemampuan bermusik yang didapat melalui studi ini membuka jembatan untuk bertukar pikiran dengan orang dari berbagai bangsa.

Kemampuan bermain piano menjadi pembuka jalan untuk menyuguhkan kekayaan budaya bangsa. "Alumnus beasiswa Darmasiswa membawa inspirasi yang mereka peroleh dari tanah Solo kembali ke Eropa untuk dibagikan kepada orang banyak. Musik, untuk jenis apapun, memiliki kemampuan untuk membagikan nilai-nilai yang terkadang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata," katanya.

Menurut Maria, Joe Houston, koordinator konser ini berbagi cerita bahwa ia mengenal Gamelan Jawa dari Universitas York, tempat ia studi sebelumnya. "Saya sangat menyukainya dan merasa bahwa musik Gamelan adalah salah satu jenis musik yang terindah yang pernah saya dengar," ujar Joe seperti dikutip Maria.

Dari pengalaman itu, belajar gamelan memberi banyak dampak positif, terutama mereka yang belajar musik Barat, seperti melatih bekerja sama dan mendengarkan apa yang dimainkan orang lain, selain mengesampingkan unsur hirarki dalam permainan kelompok seperti yang ditemukan dalam orkestra.

Hal-hal itu penting untuk dipelajari karena mereka adalah elemen penting dari bermusik. "Saya ingin membagikan pengalaman ini untuk teman-teman di kampus," ujar Maria lagi. Tema ini, yang mengaitkan musik Barat dengan Gamelan, diharapkan dapat menjadi jembatan perngertian yang baik untuk teman-teman yang mungkin baru pertama kali ini mengenal Gamelan.

Konser yang tiketnya "laris manis" itu sungguh dinikmati oleh para pendengarnya yang datang dari berbagai kalangan. Selain itu penonton dapat merasakan suguhan nikmatnya masakan Indonesia yang disajikan. Maria yang merasa yakin musik dapat membawa dampak positif bagi banyak orang, baik melalui pertunjukan, pendidikan, maupun sarana lainnya.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA