Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Wah, Ada Tradisi 'Maling-malingan', Seperti Apakah?

Selasa 05 Jun 2012 04:23 WIB

Red: Endah Hapsari

Satu tradisi di Bali/ilustrasi

Satu tradisi di Bali/ilustrasi

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, AMLAPURA---Masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali, menggelar tradisi "Maling-Malingan". Inilah tradisi yang merupakan bentuk peringatan agar warga waspada terhadap pencurian dan tidak melakukan tindak kejahatan itu.

Kegiatan yang menyita perhatian wisatawan mancanegara itu digelar dalam rangkaian ritual Usaba Sambah yang dipusatkan di Bale Agung dan Bale Petemu Kelod Desa Tenganan Pegringsingan.

Tradisi itu diawali dari dua orang pria mencuri daging mentah yang digantung warga di Bale Agung. Kemudian keduanya dikejar oleh beberapa orang. Dua maling lainnya melakukan tindakan serupa di Bale Petemu Kelod dan dikejar pula oleh warga.

Dari empat pelaku itu, seorang di antaranya berhasil kabur dari kejaran warga, sedangkan maling yang tertangkap warga tidak lagi bisa mengelak. Mereka digiring ke lokasi kejadian, tempat mereka mencuri.

Sesekali tersenyum, wajah mereka tampak senang meski tertangkap basah. Di masing-masing tempat itu, maling yang berpakaian adat Tenganan ini dihias agar tampil lucu layaknya badut. "Tradisi ini menceritakan bahwa mencuri itu perbuatan yang sangat memalukan, jika tertangkap. Kalau tidak diketahui, tidak ada yang menyebut maling," kata Jro Mangku Widia, pendeta setempat.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA