Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Madonna Minta Trio Cewek Penghina Putin Bebas

Kamis 09 Aug 2012 07:15 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Yudha Manggala P Putra

Konser Madonna yang menampilkan foto Le Pen dengan logo Swastika di dahinya

Konser Madonna yang menampilkan foto Le Pen dengan logo Swastika di dahinya

Foto: Alarabiya.net

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW - Pada konsernya di Stadion Olimpiade Moskow Selasa (7/8) Malam lalu, Madonna menyerukan pembebasan tiga anggota grup punk Pussy Riot. Trio ini ditangkap karena dituduh telah menghina pemimpin Rusia Vladimir Putin.

Madonna meminta pemerintah Rusia untuk membebaskan Maria Alyokhina, Nadezhda Tolokonnikova dan Yekaterina Samutsevich, yang merupakan personil grup Pussy Riot. Ia menyampaikan hal tersebut saat menggelar konser Tur MDNA di Moskow.

Madona mengatakan, ia tak tahu kasus tersebut secara keseluruhan. Ia juga tak bermaksud untuk tidak menghormati gereja dengan permintaannya. Namun ia berpikir ketiga gadis tersebut telah melakukan hal yang berani, dan patut dihargai. "Saya tahu setiap orang memiliki hak untuk bebas berekspresi," kata Madonna.

Sebelumnya, pada 21 Februari lalu, ketiga personil Pussy Riot dianggap menghina Putin dalam konser mereka. Kala itu ketiganya membawakan lagu yang menyindir kepala Gereja Ortodoks Rusia, Patriarch Kirill, yang secara terbuka mendukung Putin dalam pemilu. Lagu tersebut dibawakan saat mereka menggelar konser di altar katedral Moskow.

Ketiganya kini tengah dalam proses pengadilan. Tolokonnikova mengatakan pada hakim, tak ada 'setan' dalam pertunjukkan mereka. Pengadilan menuding ada setan yang memengaruhi mereka, hingga menyanyikan lagu parodi doa. Dalam lagu tersebut mereka meminta pada Bunda Maria untuk membebaskan Rusia dari Putin.

"Kami seperti badut yang terlibat dalam lawakan, kami mungkin gila tapi kami tak melakukan kejahatan," kata dia.

Madonna menambah deretan selebriti yang mendukung pembebasan Pussy Riot. Sebelumnya Pete Townshend dari The who, Jarvis Cocker Pulp dan mantan gitaris The Smiths Johnny Marr juga mendukung pembebasan grup punk tersebut.

sumber : Bang Showbiz
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA