Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

'Phantom of the Opera', 25 Tahun dan Terus Memikat

Senin 28 Jan 2013 15:10 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Phantom of the Opera dengan para pemain terbaru saat pentas pada ulang tahun pertunjukan ke-25 di Majestic Theater, Brodway.

Phantom of the Opera dengan para pemain terbaru saat pentas pada ulang tahun pertunjukan ke-25 di Majestic Theater, Brodway.

Foto: NPR

REPUBLIKA.CO.ID, Opera musikal terpanjang yang pernah dimainkan di Brodway, New York, Amerika Serikat gubahan Andrew Lloyd Webber, "The Phantom of the Opera", merayakan satu lagi langkah besar pekan lalu: ulang tahun ke-25 tepatnya pada 26 Januari lalu.

Saat pertama kali dipentaskan pada 26 Januari 1988, Ronald Reagen, menjadi presiden AS dan harga gas per galon sekitar 90 sen. Namun yang istimewa, "The Phantom of the Opera" sudah dijual 50 dolar per kursi dan menjadi tiket terpanas di kota tersebut.

Waktu berlalu dan harga-harga berubah, namun si tokoh jenius musik dengan wajah rusak dan pernah disiksa serta menghantui Paris Opera House, yang menciptakan kekacauan dan menyebabkan lampu gantungan lilin raksasa jatuh, tetap bertahan dan diperankan hingga kini.

Saat perayaan pada Sabtu kemarin, Majestic Theater di Brodway hanya diisi oleh tamu-tamu undangan dalam balutan tuksedo dan gaun malam. Sutradara Hal Prince yang memenangkan 21 Tony Award, termasuk penyutradaraannya di Phantom, membagi teorinya.

"Menurut saya daya tarik Phantom yang terus hidup karena ini sangat romantik dan karena pemirsa bisa terserap ke dalamnya," ujarnya. "Ia merupakan dunia tersendiri." ujarnya seperti dikutip NPR, pekan lalu.

Llyod Webber, sang komposer tak hadir dalam ulang tahun karyanya akibat belum pulih dari operasi punggung. Namun ia tak lupa menyampaikan pesan lewan rekaman video. "Saya pastikan saya melewatkan ini, namun saya tak benar-benar kehilangan," ujarnya. Namun bila ada orang yang bertanya soal statistikp pertunjukkan dan beberapa lama sudah dipenteaskan, maka salah bila ia datang kepada saya karena saya sudah lupa semuanya."

"The Phantom of the Opera" bisa jadi produk hiburan paling sukses sepanjang masa. Ia telah meraup keuntungan kotor hingga 5,6 triliun di dunia, lebih dari "Avatar", "Titanic" dan lebih dari seluruh film-film "Stars Wars" bila digabung. Lebih dari 130 juta orang telah menonton pertunjukan itu dalam 28 negara, 148 kota dan 13 bahasa.

Penyanyi Soprano Sarah Brightman saat itu menikah dengan Lloyd Webber ketika suaminya menulis Phantom. Sarah berkata ia lalu menjahit peran Christine untuk dirinya.

"Ia menarik saya dan berkata, 'Mari kita mencoba ini dan saya memberi banyak masukan berdasar yang saya tahu dan kami berdua, semacam menciptakan segalanya, namun saat itu rasanya luar biasa," tuturnya.

Pada Senin (28/1) malam ini, Phantom akan kembali ke bisnis memecahkan rekor opera musikal terlama yang pernah dimainkan di Brodway. Manajer Brodway, Peter Kullok, bakal hadir untuk memastikan semua pemirsa diperhatikan dan mendapat layanan dengan baik.

"Ada semacam daya magis dalam pertunjukan ini yang membuat orang-orang tetap kembali, berkali-kali dan lagi," ujarnya. "Bahkan ada banyak pemirsa rutin yang menyebut dirinya 'Phans' (dieeja fans)."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA