Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Badak Jawa Bercula Satu Jadi Ikon di Paviliun Indonesia

Sabtu 15 Aug 2015 02:38 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Patung Badak Jawa menjadi ikon Paviliun Indonesia di Milan Expo 2015 pada Jumat (15/8).

Patung Badak Jawa menjadi ikon Paviliun Indonesia di Milan Expo 2015 pada Jumat (15/8).

Foto: Republika/Erik PP

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Delegasi Indonesia di World Expo Milan 2015 di Kota Milan, Italia, terus bekerja keras menjaga nama baik bangsa. Setelah disorot publik lantaran bermasalah pada pembukaan pada awal Mei lalu, kini delegasi Indonesia sangat total dalam menyukseskan keikutsertaannya di acara bertema 'Feeding the Planet, Energy for Life' tersebut.

Dengan mendirikan paviliun berdesaim bubu ikan, tim Indonesia terus berupaya mempromosikan budaya dan kekayaan alam di Tanah Air. Paviliun Indonesia mengangkat konsep Stage of The World untuk menunjukkan kepada dunia tentang potensi besar Tanah Air.

Seperti dilaporkan wartawan Republika, Erik Purnama Putra, dari Milan, Italia, Paviliun Indonesia berdiri di area seluas 1.175 meter persegi dengan luas bangunan 650 meter persegi. Setiap pengunjung yang ingin menjelajahai paviliun akan langsung disambut dengan ikon badak Jawa bercula satu (Javan Rhino) yang berada di samping pintu masuk. Pembuatan badak yang hidup di Ujung Kulon, Jawa Barat tersebut memiliki pesan kuat untuk disampaikan kepada masyarakat dunia.

Berbahan perunggu seberat 500 kilogram, badak Jawa dipilih karena memiliki kaitan erat dengan upaya pelestarian ekosistem di Indonesia. Nantinya, patung badak Jawa tersebut bahkan rencananya akan dihibahkan Paus Fransiskus di Vatikan setelah pelaksanaan expo usai.

Seperti diketahui, keikutsertaan Indonesia di ajang lima tahunan tersebut berkat inisiatif Koperasi Pelestari Budaya Nusantara (KPBN), yang dipimpin almarhum Didi Petet. Sayangnya, KPBN tidak meski acara lima tahunan tersebut membawa misi mempromosikan Indonesia agar dikenal masyarakat dunia, namun nyatanya pemerintah tidak mengucurkan dana APBN sepeser pun untuk event itu. Akhirnya, Arta Graha Network (AGN) yang sempat menjadi salah satu sponsor pendukung diminta almarhum Didi Petet untuk ikut terlibat secara lebih luas.

Pendiri AGN Tomy Winata mengakui, perusahaannya akhirnya mau mengelola paviliun tersebut. Dengan mengerahkan segala sumber daya manusia dan sejumlah dana yang dimiliki, pihaknya akhirnya meneruskan cita-cita almarhum Didi Petet itu. Tomy mengaku, kesediaannya dalam mengelola secara penuh Paviliun Indonesia semata-mata pertimbangan agar citra Indonesia tetap terjaga. "Ini untuk nama baik Indonesia," katanya kepada wartawan, Jumat (14/8).

Dia pun tidak mempermasalahkan ada pihak tertentu yang mempertanyakan motivasinya terlibat langsung dalam kegiatan ketiga terbesar di dunia setelah Piala Dunia dan Olimpiade tersebut. Yang pasti, ia menekankan hanya ingin pelaksanaan Paviliun Indonesia bisa sukses besar.

Untuk menyukseskan program Paviliun Indonesia, Tomy merencanakan serangkaian kegiatan untuk menyambut HUT RI ke-70. Di antaranya diadakan lomba tradisional 17an hingga pembuatan tumpeng raksasa yang tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri) dan Guinness Book of Records mulai tanggal 15 hingga puncaknya pada 17 Agustus mendatang.

World Expo Milan 2015 digelar di kawasan Rho, sekitar 30 menit dari pusat kota Milan dan menempati areal seluas 110 hektar. Pameran terbesar dunia ini berlangsung dari 1 Mei 2015 sampai 31 Oktober 2015.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA