Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Joe Taslim Kampanyekan Harimau dari Hutan Riau

Rabu 04 May 2016 21:10 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Joe Taslim

Joe Taslim

Foto: dok Republika

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Aktor laga Indonesia yang kini merambah Hollywood, Joe Taslim, mengkampanyekan pelestarian harimau Sumatera dari kawasan hutan Bukit Rimbang Baling di Provinsi Riau.

"Joe Taslim sekarang sedang berada di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling dengan kapasitasnya sebagai duta WWF," kata Humas WWF Program Riau, Syamsidar di Pekanbaru, Rabu (4/5).

Aktor yang terkenal karena perannya di "Fast & Furious 6" dan terakhir berperan pada "Star Wars: The Force Awaken" ini sudah beberapa hari terakhir masuk ke dalam hutan Bukit Rimbang Baling di Kabupaten Kampar, Riau.

Joe Taslim untuk sesaat akan menjalani hidup di tengah alam yang asri, jauh dari sentuhan komunikasi, karena daerah itu belum terjangkau sinyal telepon. "Joe Taslim direkam kegiatannya di dalam hutan dan memberikan testimoni untuk pelestarian hutan di kamp WWF yang ada di sana," katanya.

Joe Taslim sejak 2004 dipercaya oleh WWF sebagai "WWF Warrior" sebagai duta yang mengkampanyekan perlindungan harimau. Kebetulan pria yang mahir bela diri judo itu juga berasal dari Sumatera, tepatnya Provinsi Sumatera Selatan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 173/Kpts-II/1986 dan SK Gubernur I Riau Nomor Kpts.149/V/1982, kawasan Bukit Rimbang Baling seluas 136.000 hektare ditetapkan sebagai suaka margasatwa.

Para ahli ahli harimau mengkategorikan kawasan SMBRBB sebagai kawasan prioritas konservasi harimau.

WWF dan Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PHKA KLHK) telah melakukan survey populasi dan distribusi harimau Sumatera dengan camera trap sejak tahun 2005 dan ditemukan ada tujuh jenis kucing besar yaitu harimau, macan dahan, kucing emas, kucing congkok, dan kucing batu.

Meski berstatus kawasan konservasi, pelestarian dan pengelolaan kawasan itu belum maksimal, karena masih terdapat permasalahan lingkungan, seperti penambangan, konversi hutan untuk perkebunan, dan perambahan.

Padahal, kawasan itu selain sebagai daerah tangkapan air sungai Kampar, juga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, seperti adanya 170 jenis burung, lima jenis kucing, mamalia lain ada tapir, beruang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA