Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Renee Zellweger Soroti Paradigma Kecantikan di Masyarakat

Senin 29 Aug 2016 09:52 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Renee Zellweger

Renee Zellweger

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Setelah enam tahun vakum dari dunia hiburan, kini Renee Zellweger kembali. Ia pun menjadi sorotan lagi.

Pemain film Bridget Jones’s Baby baru-baru ini menyerang balik pada pembicaraan tentang operasi plastiknya. Ia juga menjelaskan mengenai kecantikan sambil mempromosikan film barunya itu.

“Kami dibuat untuk percaya bahwa di sana ada beberapa nilai dalam memenuhi sebuah paradigma sosial. Dan telah seperti itu selama berabad-abad,” ujarnya kepada Sydney Morning Herald seperti dilansir dari laman The Malay Mail Online, Senin (29/8).

“(Bridget) mengingatkan kita bahwa di luar kecantikan semua orang memiliki sesuatu untuk berkontribusi. Dan semua orang memiliki daya tarik mereka sebagai individu,” ujarnya.

Ia juga baru-baru ini menjelaskan absennya dia dari Hollywood dalam wawancara dengan American Way Magazine untuk American Airlines, di mana dia menjadi sampul wajah bulan September.

“Saya berencana vakum cukup lama setelah Chicago (2002), tapi ini menjadi salah satu pengalaman seumur hidup di depan saya dan saya tidak ingin kehilangan. Kemudian saya belajar, Anda tidak dapat terus lakukan itu selamanya, jadi saya memilih untuk melihat apa yang akan terjadi jika saya membiarkan salah satu pengalaman seumur hidup saya yang telah berada di depan saya pergi dan hanya diam serta melihat apa yang dapat saya buat.”

Selama vakum, Zellweger berjalan-jalan ke Thailand, Kamboja, dan Liberia dengan organisasi kesetaraan gender untuk membantu memberdayakan wanita lokal membela hak-hak mereka. “Saya pikir bepergian ke jalur yang tidak biasa adalah ide yang baik bagi setiap orang karena ini penting untuk memahami, bukan hanya paham cara dunia bekerja tapi juga memahami diri sendiri."

Zellweger mengaku bahwa dia kembali ke film karena dia merindukan berkreativitas. “Saya sangat menginginkan proses kreatif lagi. Ketika saya berhenti membuat film, saya menjadi tidak lebih bermanfaat. Ini karena cara saya menjalani hidup. Dan saya berpikir seseorang tidak akan bisa baik dalam media kreativitas jika Anda tidak bersyukur terhadap kesempatan dengan berpartisipasi. Saya mulai merindukannya dan saya merasa siap.”



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA