Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Warkop DKI Reborn Hibur Penyintas Kanker

Kamis 29 Sep 2016 16:35 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yudha Manggala P Putra

Penampilan Warkop DKI Reborn, Tora Sudiro (kanan) dan Indro (kiri) pada Festival Film Bandung (FFB) di Monumen Perjuangan Jawa Barat, Kota Bandung, Sabtu (24/9).

Penampilan Warkop DKI Reborn, Tora Sudiro (kanan) dan Indro (kiri) pada Festival Film Bandung (FFB) di Monumen Perjuangan Jawa Barat, Kota Bandung, Sabtu (24/9).

Foto: Republika/ Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) mengundang sejumlah penyintas kanker payudara dan mitra relawan YKPI untuk menonton film warkop dki reborn . Penayangan di Epicentrum XXI Rasuna Said ini bertujuan untuk menghibur mereka agar merasa lebih baik dari segi psikologis.

Artis Indrodjojo Kusumonegoro (Indro “Warkop”) menerangkan, penayangan film bersama penyintas dan relawan kanker payudara ini murni kepedulian pihaknya. “Ini merupakan keterlibatan Warkop, Wakop DKI Reborn, dan Falcon dalam menyampaikan kepeduliannya terhadap kanker payudara di Indonesia,” kata Indro saat Konferensi Pers Peluncuran Iklan Layanan Masyarakat Kanker Payudara Indonesia di Epicentrum XXI Rasuna Said, Jakarta, Kamis (29/9).

Dengan demikian, diharapkan bisa memberikan kegembiraan dan semangat para penyintas dan relawan kanker payudara juga.

Indro menambahkan, kepedulian ini sebenarnya tidak hanya untuk kanker payudara yang merupakan ‘pembunuh’ nomor satu di Indonesia. Namun, dia melanjutkan, untuk semua penyakit kanker yang juga sama-sama ‘musuh’ kesehatan masyarakat.

Dalam pandangan Indro, penyakit kanker bukanlah sesuatu yang baru dalam kehidupannya. Beberapa orang terdekatnya sudah mengalami ganasnya penyakit ini hingga meninggal. Seperti halnya almarhum Kasino yang harus meninggal akibat kanker otak pada 1997.

Kemudian almarhum Dono yang harus menderita kanker paru-paru hingga akhirnya penyakit tersebut merenggut hidupnya pada 2001. “Sebelumnya pada 1999, istri almarhum Dono juga harus meninggal karena payudaranya. Lalu tahun 2004 mertua saya, itu karena kanker juga,” tambah dia.

Dari pengalaman ini, Indro pun terpanggil untuk peduli akan bahayanya penyakit kanker. Setidaknya, dia bisa membantu dalam menyosialisasikan pencegahan penyakit ini ke masyarakat. Aspek pencegahan ini sangat penting dan juga respons teringan dalam mendeteksi kanker sebelum bahayanya meningkat.

Dalam kehidupan sehari-hari, Indro menyatakan, telah melakukan aksi peduli kanker bersama kelompok motornya, Black Angels. Sejak beberapa tahun lalu, kelompoknya berupaya untuk terlibat dalam kampanye bahaya kanker payudara di setiap Oktober. Dia mencontohkan aksi sederhanya dengan memakai pita merah muda yang merupakan logo kanker payudara.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA