Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Tantangan Iko Uwais Ciptakan Adegan Laga di Film Headshot

Jumat 02 Des 2016 13:04 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Hazliansyah

Para pemeran film Headshot, Julie Estelle (kiri), Iko Uwais (tengah), Chelsea Islan (kanan), berswafoto bersama penonton saat penayangan film tersebut di Cinema XXI Panakukkang, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (20/11).

Para pemeran film Headshot, Julie Estelle (kiri), Iko Uwais (tengah), Chelsea Islan (kanan), berswafoto bersama penonton saat penayangan film tersebut di Cinema XXI Panakukkang, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (20/11).

Foto: Antara/Dewi Fajriani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak hanya sebagai seorang aktor, iko uwais juga mengkreasikan koreografi laga dalam film yang diperankannya. Termasuk di film terbaru Iko berjudul " headshot ".

Bagi Iko, menghadirkan adegan laga bukan sekadar menampilkan cara seseorang berkelahi dengan dasar bela diri. Tapi bagaimana menciptakan gerakan-gerakan tersebut terlihat indah dan nyaman di layar lebar.

"Saya harus bisa menjadikan adegan laga yang nampak seperti biasa menjadi luar biasa. Urusan koreografi laga, kami dituntut harus lebih kreatif," ujar Iko Uwais dalam jumpa pers film "Headshot", Kamis (1/12) kemarin.

Ia mencontohkan bagaimana menciptakan koreografi untuk adegan laga di ruang sempit, seperti di dalam bus dan lainnya yang membuat jarak antara penata kamera dengan aktor hanya sedikit.

“Bagaimana menyesuiakan gerak dan kamera. Jarak yang sangat sempit dengan gerakan yang dikreasikan diset itu bisa tetap terlihat seni dan beladiri,” jelasnya.

Hal penting lainya, ujar Iko, adalah bagaimana menciptakan adegan yang belum pernah dibuat sebelumnya.

"Kami harus memikirkan scene laga yang belum pernah dibuat sebelumnya. Biar tidak terkesan seperti pengulangan. Kami masih pergunakan beladiri silat sebagai dasar adegan laga, meskipun tidak murni silat,” jelas Iko.

Namun dengan ruang kebebasan yang cukup besar didapatkan Iko untuk berkreasi, membuat hal tersebut dapat ia tangani. Termasuk menata laga pemain yang memiliki karakter dan dasar beladiri yang beragam.

"Headshot tetap menjadi tontonan film laga yang menawan. Sedikit berbeda dibanding film laga romantis yang saya perani sebelumnya. Headshot menawarkan scene-scene dan emosional," jelas Iko.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA