Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Relawan Jokowi Gelar Nobar Film LIMA

Jumat 25 May 2018 22:13 WIB

Red: Muhammad Hafil

Relawan Jokowi gelar nobar film LIMA.

Relawan Jokowi gelar nobar film LIMA.

Foto: Dok Pri
Film LIMA menggambarkan pengalaman lima sila dalam Pancasila.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah organisasi relawan Jokowi menggelar acara nonton bareng (nobar) Film LIMA di salah satu bioskop di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Jum'at (25/5). Film LIMA merupakan film yang mengangkat tentang pengamalan lima sila dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Acara nobar ini merupakan apresiasi kami kepada dunia perfilman nasional. Presiden Jokowi sendiri sudah berkali-kali menyatakan tekadnya untuk mendukung perfilman nasional," kata Ketua DPN Seknas Jokowi, Muhammad Yamin melalui siaran persnya yang diterima Republika.co.id, Jumat (25/5) malam.

Disebutkan beberapa elemen relawan yang meramaikan acara nobar. Di antaranya dari Seknas Jokowi, Arus Bawah Jokowi, Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), Forum Relawan Demokrasi (Foreder), Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) dan Golkar Joko Widodo (GoJo).

Yamin yang turut menggagas kegiatan nobar Film LIMA itu menekankan bahwa seluruh relawan Jokowi mempunyai tekad serupa dengan Presiden Jokowi. Apalagi, film tersebut mengandung atau sarat makna dengan ideologi Pancasila.

Ketua Umum Relawan Arus Bawah Jokowi (AJB)  Michael Umbas, menambahkan, tema Film LIMA tentang pengamalan Pancasila relevan dengan situasi negara kita akhir-akhir ini yang lagi dirundung berbagai aksi terorisme.

"Dengan menonton film ini diharapkan pengamalan kita terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila makin kukuh," jelas Umbas.

Film LIMA sendiri menggambarkan amalan lima sila dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-sehari di tengah keluarga, tempat kerja, dan masyarakat. Dikisahkan situasi sebuah keluarga dengan tiga anak dan seorang pembantu. Mereka memperdebatkan kematian sang ibu karena ketiga anak itu menganut agama yang berbeda-beda dengan ibunya.

Film yang dibintangi Prisia Nasution dan Yoga Pratama ini rencananya akan ditayangkan serentak di bioskop-bioskop pada 30 Mei mendatang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA