Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Keluarga: Nurbuat Berpulang Secara Fitri

Jumat 15 Jun 2018 17:23 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Rohana, isteri Nurbuat (dua dari kanan) saat menemui para pelayat di rumah duka, lingkungan Ngemplak, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (15/6). Keluarga besar Srimulat kembali berduka dengan berpulangnya Nurbuat.

Rohana, isteri Nurbuat (dua dari kanan) saat menemui para pelayat di rumah duka, lingkungan Ngemplak, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (15/6). Keluarga besar Srimulat kembali berduka dengan berpulangnya Nurbuat.

Foto: Bowo Pribadi/Republika
Putra Nurbuat mengatakan sang ibu bahkan sudah membuat masakan untuk Idul Fitri

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Pihak keluarga menganggap Nurbuat(69), berpulang dalam keadaan Fitri. Suami dari Rohana sesama keluarga Srimulat ini sebelumnya sempat menuntaskan ibadah puasanya selama sebulan penuh.

Selain itu, Nurbuat juga menghadap san gKhaliq saat takbir kemenangan berkumandang di mana-mana. Putra kedua Nurbuat, Yoyok Suryadi (44) mengatakan, ayahnya tersebut masih sempat menyelesaikan puasa hari terakhir,pada Kamis (14/6).

Walaupun sebelumnya sehabis makan sahur sempat mengeluh perutnya terasa sedikit keras. Namun, seniman sekaligus komedian Srimulatini masih tetap meneruskan puasanya hingga maghrib penghujung Ramadhan. Karena menjelang subuh, sudah berangsur membaik dan lebih enak.

"Alhamdulillah, puasa ayah Ramadhan ini dituntaskan sebulan penuh," ungkapnya, saat ditemui dirumah duka, di lingkungan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (15/6).

Baca: Kepergian Mendadak Nurbuat di Hari Raya

Bagi Yoyok dan keluarga, sangat mensyukuri karena Nurbuat berpulang dalam suasana yang elok, suasana kemenangan setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa dengan tuntas.

"Ini semua, bukan kehendak kami (keluarga),bukan pula kehendak ayah. Tapi ini merupakan kehendak Allah SWT, yang memanggil ayah dalam suasana yang sangat indah," katanya.

Yoyok juga menuturkan, kepergian ayahnya tersebut memang cukup mendadak dan sebelumnya tidak ada pertanda atau firasat khusus. Mengutip istilah bahasa Jawa, kepergian Nurbuat disebutnya nglimpe. Mendadak, atau tiba-tiba meninggal walau tak ada tanda-tanda sakit dan sebagainya.

Menurutnya, Rohana pun masih menyiapkan masakan untuk Idul Fitri seperti normalnya ibu yang menyiapkan untuk keluarga. Sebelumnya juga menyiapkan menu buka puasa terakhir bagi keluarga.

Bagi Yoyok, Nurbuat merupakan figur ayah yang tegas dan idealis tetapi tidak kolot. Di kalangan keluarga besar Srimulat,Nurbuat juga dikenal sebagai figur pengayom.

"Ayah selalu menanamkan kepada kami (anak-anaknya), kalau selama kami benar, serumit apapun persoalan pasti ada jalan keluarnya," tambah Yoyok.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA