Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Pelecehan di Pemakaman tak Hanya Menimpa Ariana Grande

Selasa 04 Sep 2018 17:16 WIB

Red: Indira Rezkisari

Ariana Grande menghibur di pemakaman penyanyi Aretha Franklin.

Ariana Grande menghibur di pemakaman penyanyi Aretha Franklin.

Foto: AP
Ariana Grande menjadi korban pelecehan saat menyanyi di atas panggung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suasana penuh khidmat begitu terasa ketika para kerabat, anggota keluarga, penggemar, musisi hingga politikus berkumpul di Greater Grace Temple, Jumat (31/8) lalu untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Aretha Franklin. Namun semuanya berubah ketika ariana grande selesai membawakan lagu "(You Make Me Feel Like) A Natural Woman" dalam upacara pemakaman penyanyi berjuluk Queen of Soul tersebut.

Ariana Grande menjadi korban pelecehan yang ironisnya dilakukan oleh pastor Charles H Ellis III. Dia terlihat melingkarkan lengan kanannya di tubuh Ariana Grande, hingga menyentuh bagian dadanya.

Ellis melakukannya di atas panggung, di dalam gereja, selama pemakaman yang juga dihadiri ribuan orang tersebut  Meski pada akhirnya Ellis telah meminta maaf dan menyadari tindakannya yang dianggap kelewat batas, namun ini menjadi pengingat bahwa tidak ada satu tempat aman bagi wanita di Amerika dari serangan pelecehan seksual.

Ariana Grande bukanlah wanita pertama yang mendapat pelecehan seksual di lokasi pemakaman. Sophie Saint Thomas, seorang penulis lepas, pernah diraba-raba saat menghadiri pemakaman neneknya tahun ini.

"Nenek saya meninggal karena kanker usus pada awal musim panas ini," ujar Sophie dikutip dari CNN, Selasa (4/9). "Kematiannya adalah kerugian besar bagi saya, dan saya sangat sedih ketika saya menuju ke pemakaman," sambungnya.

Setelah memberikan pidato di prosesi pemakaman, Sophie didekati oleh seorang pria. "Dia mengatakan kepada saya betapa cantiknya saya di panggung ketika memberikan pidato, sambil meletakkan tangannya di pinggang saya, dan perlahan menyentuh bokong saya. Saya membeku dan bingung dengan perilaku seperti itu."

Setelah kejadian itu, Sophie hanya duduk sendirian sepanjang malam sambil berusaha mencoba berkumpul kembali bersama anggota keluarganya dan menghindari lelaki yang membelai dia. Ketika Sophie menyaksikan pemakaman Franklin dan melihat pelecehan di televisi nasional, dia teringat akan pemakaman neneknya dan kejadian serupa yang dia alami pada saat berkabung.

"Cara (Ellis) menyentuh (Grande) persis dengan cara orang yang sama menyentuh aku, hanya saja dia di bagian dadanya, bukan bokong," kata Sophie.

Ariana Grande dan Sophie Saint Thomas tidak sendirian, berdasarkan data sekitar 70 persen korban pelecehan seksual di Amerika Serikat tidak mau melaporkan kejadian yang menimpa mereka karena takut laporannya tidak akan dipercayai.



sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA