Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Konser di Jakarta, Siti Nurhaliza Sebut Indonesia Istimewa

Jumat 22 Feb 2019 12:25 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Konser Siti Nurhaliza. Dato Sri Siti Nurhaliza saat konser di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (21/2/2019). Dalam tajuk Dato Sri Siti Nurhaliza On Tour ini, Siti menghibur penggemar dengan lagu-lagu melayu dan hits.

Konser Siti Nurhaliza. Dato Sri Siti Nurhaliza saat konser di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (21/2/2019). Dalam tajuk Dato Sri Siti Nurhaliza On Tour ini, Siti menghibur penggemar dengan lagu-lagu melayu dan hits.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Indonesia sudah menjadi rumah kedua Siti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi Malaysia Siti Nurhaliza menggelar konser di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (21/2). Rangkaian pentas "Dato' Sri Siti Nurhaliza On Tour" di tiga negara itu pertama kali singgah di Indonesia, lantas berlanjut ke Singapura dan Malaysia.

"Begitu istimewa Indonesia di hati saya. Indonesia adalah rumah kedua saya," ucap perempuan 40 tahun itu menyampaikan alasan memilih Indonesia sebagai lokasi konser pertamanya. Dia menyapa ribuan penonton yang hadir dengan semringah.

Selama lebih dari dua jam, Siti membawakan lebih dari 20 lagu. Dia membagi pertunjukan dalam empat segmen, yakni etnis, balada, akustik, dan lagu hit modern. Tiap segmen menyuguhkan konsep dan visual berbeda. Hingga akhir pertunjukan, Siti tiga kali berganti busana.

Konser dibuka dengan visual pertunjukan wayang kulit. Tak lama, layar membentang dan hadirlah Siti dalam pakaian tradisional bernuansa modern berwarna biru. Dia mendendangkan lagu "Badarsila", "Joget Berhibur", "Nirmala", "Hati Kama", "Cindai", dan sejumlah tembang lain.

Penari latar yang mengiringi Siti menampilkan ragam tarian berbeda di setiap lagu. Pada salah satu tembang, deretan wayang kulit raksasa melintas-lintas di kursi penonton. Siti juga memaksudkan beberapa lagu sebagai wujud penghormatan untuk almarhum musisi Ngah Suhaimi.

"Almarhum yang membuat saya mengenal lagu irama tradisional. Beliau sudah pergi tapi lagunya, iramanya, akan terus hidup. Saya ingin Anda mendengar ini untuk mengenangnya," kata Siti.

Perempuan yang memiliki julukan "Ratu Pop Malaysia" itu tampil energik pada setiap lagu etnis. Dia ikut melakukan gerakan tarian rancak dengan luwes, selaras dengan penari lain. Walau terus bergoyang, suaranya tetap jernih tanpa ada nada meleset.

Siti terakhir kali menggelar konser di Jakarta pada 2012. Setelah jeda cukup lama, dia mengaku terharu melihat antusiasme penggemar yang masih begitu besar. Dari berbagai penjuru kursi, banyak penonton tidak bisa menahan diri dan terus-menerus memanggil namanya.

"Alhamdulillah, Masya Allah, sebenarnya saya berdebar, tapi sudah berakhir begitu melihat wajah Anda semua yang ada di sini. Sangat gembira budaya dan seni bisa merekatkan kita," ujarnya.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA