Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Tulus Kenang Kakeknya dalam Konser Semalam

Kamis 07 Feb 2019 06:05 WIB

Red: Indira Rezkisari

Penyanyi Tulus menggelar konser tunggal, Konser Monokrom Tulus, Rabu (6/2) malam, di Istora Senayan Jakarta.

Penyanyi Tulus menggelar konser tunggal, Konser Monokrom Tulus, Rabu (6/2) malam, di Istora Senayan Jakarta.

Foto: dok Rajawali Indonesia
Sosok kakek dihidupkan Tulus melalui bantuan wayang raksasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi Tulus sukses menggelar konser tunggalnya, Konser Monokrom Tulus, di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (6/2) malam. Konser yang berlangsung lebih dari dua jam berhasil membawa penonton haru dalam konsep yang dibawakan Tulus.

Penyanyi yang lahir 32 tahun lalu itu berkolaborasi dengan komunitas Papermoon Puppet Theatre dari Yogyakarta menyajikan karya kolaborator untuk konser. Salah satunya melalui sosok tinggi besar bermata sendu yang terbuat dari kayu dan digerakkan oleh tiga orang.

Sosok tersebut muncul dua kali. Yang pertama yaitu ketika membawakan lagu 'Monokrom' dan berikutnya saat menyanyikan lagu 'Teman Hidup'.

"Perkenalkan namanya Abak," kata Tulus kepada 5.000 penonton yang memadati Istora. Tulus mengatakan, Abak adalah panggilan untuk kakek dalam bahasa Minang. Tulus bercerita, ia terlahir tanpa mengenal kakeknya yang meninggal sebelum kelahiran Tulus pada 20 Agustus 1987.

Tapi Tulus meyakini sebagai keluarga jalinan hubungan mereka abadi. "Saya yakin Abak dan Umi (panggilan untuk nenek) menonton saya malam ini," kata Tulus.

Sosok Abak dihadirkan seiring lagu yang liriknya bercerita tentang pasangan kehidupan. "Di dekatnya aku lebih tenang. Bersamanya jalan lebih terang. Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku. Berdua kita hadapi dunia," nyanyi Tulus.

Sebelum menggelar Konser Monokrom di Jakarta, Tulus telah menggelar Konser Monokrom di Bandung pada 2018. Pada konser Jakarta hanya butuh waktu tiga jam agar tiketnya ludes terjual.

Konser dari penyanyi bernama lengkap Muhammad Tulus ini melibatkan banyak kolaborator di dalamnya. Selain Wiyoga Nurdiansyah yang dijadikan sebagai kreator untuk menata panggung megah pada konser Tulus. Sutradara musik konser adalah Ari Renaldi yang sudah bekerja dengan Tulus sejak album pertama.

Tulus pertama kali mengeluarkan album di tahun 2011. Album pertamanya diberi judul Tulus, seperti namanya sendiri. Album kedua keluar tahun 2014 yaitu Gajah. Dan ketiga adalah Monokrom yang rilis tahun 2016.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA