Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Penggemar Michael Jackson akan Boikot Film Leaving Neverland

Senin 11 Mar 2019 12:10 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Christiyaningsih

Michael Jackson

Michael Jackson

Foto: AP
Penggemar akan menonton video musik Michael Jackson saat penayangan Leaving Neverland

REPUBLIKA.CO.ID, AUCKLAND -- Penggemar Michael Jackson berencana untuk memboikot premier film dokumenter Leaving Neverland di Selandia Baru. Mereka akan menonton video bintang pop di Netflix dan Youtube pada saat yang sama film tersebut ditayangkan di TVNZ1. TVNZ1 adalah salah satu stasiun televisi di Selandia Baru.

Film dokumenter HBO itu akan ditayangkan dalam dua seri. Dalam Leaving Neverland, diceritakan kesaksian dua pria yang mengklaim Michael Jackson beberapa kali melecehkan mereka saat masih anak-anak.

Halaman penggemar Facebook Michael Jackson Fans di Selandia Baru - 2015 diposting pada Kamis malam mendesak penggemar untuk memboikot pemutaran film dokumenter tersebut. Hal itu dalam upaya untuk menempatkan kesalahan dalam peringkat dokumenter dan menggeser mereka ke arah liputan positif dari bintang pop.

Dikutip dari NZ Herald, halaman ini memiliki 524 anggota. Dalam halaman tersebut, penggemar juga disarankan untuk menonton This Is It dan Moonwalker di Netflix. Penggemar juga bisa menonton Live in Bucharest dan Live at Wembley di Youtube.

Seorang penggemar Michael Jackson dari Auckland, Jayson Topia, mengatakan ada banyak orang yang sangat bersemangat dengan boikot tersebut. "Saya pikir terutama akhir pekan ini, dukungan untuk musik, video, dan filmnya akan selalu tinggi karena kami sudah mulai mengalirkan musik dan videonya 24 jam sehari sejak dia ditarik dari stasiun radio untuk membantunya,” kata dia.

Penggemar King of Pop lainnya, Sarah Keall, berencana untuk bergabung dalam boikot. Dia menunjukkan dukungannya dengan mengenakan kemeja Michael Jackson dan mendengarkan musiknya di Spotify di tempat kerja.

Keall telah melihat film dokumenter dan mengatakan dia merasa itu sangat sepihak. "Saya harap semua penggemar sejati bisa datang bersama dan mendapatkan kembali legenda ini. Dia membentuk musik dan banyak musisi dan penari masa kini,” ujarnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA