Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kisah Pelik Sahabat Jadi Cinta di Friend Zone

Kamis 21 Mar 2019 15:49 WIB

Rep: Erik Iskandarsjah/ Red: Indira Rezkisari

Film Friend Zone.

Film Friend Zone.

Foto: dok GDH 559
Friend Zone memadukan cerita komedi dengan balutan kisah asmara yang mengharukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persahabatan Palm (Naphat Siangsomboon) dan Gink (Pimchanok Luevisadpaibul) telah terjalin sejak di bangku sekolah. Selama sepuluh tahun persabatan keduanya diwarnai dengan penuh kisah pelik.

Palm dan Gink menjadi sahabat sejati yang saling peduli dan memiliki pasanganya masing-masing. Sejak awal, sebenarnya mereka sudah ada rasa. Mereka namun sepakat untuk berteman saja, demi tidak mengenal kata putus.

Hingga suatu waktu, Gink menjalani hubungan asmara yang pelik dengan Ted (Jason Young). Mereka berdua menjalani hubungan yang serius sekaligus sebagai mitra kerja dalam sebuah industri musik.

Kejanggalan dalam hubungan Gink dan Ted mulai terjadi. Ted harus menyelesaikan proses rekaman di beberapa negara. Ted pun tergoda wanita lain.

Setelah melihat kejanggalan dari gerak-gerik kekasihnya, Gink mulai curiga. Mendadak, Gink menjadi detektif cinta. Layaknya mata-mata, ia mengintai pergerakan Ted di berbagai negara.

Sementara Palm, sibuk ke berbagai daerah untuk menjalai profesinya sebagai pramugara maskapai penerbangan. Namun, ia selalu menyempatkan untuk mendengar keluh kesah Gink. Beberapa kali, ia pun menjadi mitra detektif bagi Gink saat harus menjadi mata-mata di berbagai negara.

Seperti layaknya sebuah persahabatan sejati, Gink dan Palm pun kerap melakukan hal konyol. Baik sengaja maupun tidak. Mulai dari dikejar monyet hingga insiden yang membuat Gink patah kaki.

Tak hanya patah kaki. Gink pun juga patah hati. Sampai-sampai Gink yang bergaya feminin tapi cuek itu sempat ingin bunuh diri.

Friend Zone merupakan film Thailand produksi GDH 559. Film menawarkan alur cerita yang penuh kejutan.

Meski masuk dalam genre komedi, namun film yang disutradarai oleh Chayanop Boonprakob ini juga berhasil membuat penonton jadi ikut terbawa perasaannya.

Secara keseluruhan, meski kocak, namun beberapa adegan dalam film yang telah rilis di Indoensia pada 20 Maret juga kerap membuat haru. Alur cerita yang tertata dengan apik pun membuat tiap adegan dapat tercerna dengan sempurna.

Film dengan durasi sekitar 118 menit ini cukup memanjakan mata berkat lokasi pengambilan gambar yang beragam mulai dari Bangkok, Krabi, Chiang Mai. Di luar Thailand, film ini juga berlokasi di Myanmar, Malaysia dan Hong Kong.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA