Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Emilia Clarke Bertarung dengan Aneurisma Otak

Jumat 22 Mar 2019 14:24 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Reiny Dwinanda

Emilia Clarke

Emilia Clarke

Foto: Independent
Emilia Clarke berkali-kali dioperasi untuk mengatasi aneurisma otak.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Aktris Emilia Clarke kini berada di puncak karirnya dan menjalani semua impian masa kecilnya. Untuk memperoleh itu, dia harus bertarung dengan masalah otak dan menempatkan diri dalam kondisi kritis berkali-kali.

Pemeran serial Game of Thrones membagikan kisah perjuangan hidup dalam sebuah esai yang baru saja diterbitkan oleh The New Yorker berjudul "A Battle for My Life". Dia mengungkapkan, pernah hampir mati saat syuting serial terkenal miliki HBO.

Pada Februari 2011, serial tersebut tayang perdana dan sedang dalam perjalanan untuk menjadi fenomena di seluruh dunia. Namun, pemeran Daenerys Targaryen itu menjalani operasi bedah otak pertamanya dan masa pemulihan yang lama dan melelahkan.

Keputusan itu diambil ketika Clarke sedang berolahraga dengan pelatihnya di London, dan menemukan aneurisma otak yang pecah. Pada usia 24 tahun, dia berkata, mulai merasakan sakit kepala yang buruk, sampai tahap jatuh di kamar mandi. Setelah dilarikan ke rumah sakit dan menjalani MRI, hasilnya mengerikan.

"Diagnosisnya cepat dan tidak menyenangkan, pendarahan subarakhnoid (SAH), jenis strok yang mengancam jiwa, disebabkan oleh pendarahan ke ruang di sekitar otak," kata Clarke dalam tulisan itu, dikutip dari FoxNews, Jumat (22/3).

Pemeran Me Before You ini menderita aneurisma dan sekitar sepertiga dari pasien yang terdiagnosis akan meninggal dunia segera. Untuk pasien yang bertahan, diperlukan perawatan segera untuk menutup aneurisma, karena ada risiko sangat tinggi untuk pendarahan fatal. Perlu dilakukan operasi secepat mungkin, dan ini pun belum tentu bisa menyelamatkan.

Clarke berhasil melewati operasi. Namun, setelah dua pekan pemulihan, dia menjawab dengan kata yang tidak dipahami ketika perawat menanyakan namanya.

Bintang Solo: A Star Wars Story ini menderita suatu kondisi yang disebut afasia, gangguan fungsi bicara akibat adanya kelainan pada otak. Kondisi itu berlalu setelah sekitar satu pekan.

Clarke pun bisa kembali ke lokasi syuting Game of Thrones, meladeni wartawan, dan melakukan perjalanan setelah sekitar satu bulan. Namun, selama waktu itu dia menyadari ada aneurisma yang lebih kecil di sisi lain otaknya yang dapat meletus kapan saja.

Aneurisma terasa begitu menyakitkan. Clarke pun meredakannya dengan morfin. Kondisi tersebut membuatnya menderita kecemasan ekstrem tentang kematian yang kapan saja bisa datang.

Pada 2013, Clarke melakukan pemindaian otak, prosedur yang harus dilakukannya secara teratur. Pada kesempatan itu, ditemukan pertumbuhan di sisi lain otaknya telah berkembang dua kali lipat.

Dokter mengatakan ia harus berhati-hati dengan kondisi tersebut. Clarke pun kembali menjalani operasi di rumah sakit New York City. Namun, terjadi komplikasi dan ketika bangun dia berteriak kesakitan.

"Prosedurnya telah gagal. Saya mengalami pendarahan hebat dan para dokter menjelaskan peluang saya untuk bertahan hidup. Sangat berbahaya jika mereka tidak mengoperasi lagi. Kali ini mereka perlu mengakses otak saya dengan cara kuno, melalui tengkorak saya dan operasi harus segera terjadi," kata pemeran Terminator Genisys.

Pemulihan untuk operasi itu bahkan lebih menyakitkan daripada setelah operasi pertama. Clarke merasa telah melalui perang yang lebih mengerikan daripada yang dialami Daenerys karena sebagian dari tengkoraknya telah diganti dengan titanium.

Clarke pun menghabiskan satu bulan di rumah sakit untuk pemulihan. "Selama bertahun-tahun sejak operasi kedua, saya telah sembuh melampaui harapan saya yang paling tidak masuk akal. Sekarang saya berada di kondisi seratus persen," ujarnya.

Perempuan berusia 32 tahun telah memutuskan untuk terlibat dengan badan amal di Amerika Serikat dan Inggris bernama SameYou setelah mengalami masa-masa sulit tersebut. Badan amal itu bertujuan untuk memberikan perawatan bagi orang yang baru pulih dari cedera otak dan strok.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA