Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

25 Tahun Berkarya, Gigi tak Selalu Adem Ayem

Rabu 27 Mar 2019 07:02 WIB

Red: Indira Rezkisari

Penampilan Band Gigi dalam penutupan Asian Games ke 18 di Stadion Utama Gelota Bung Karno, Jakarta, Ahad(2/9).

Penampilan Band Gigi dalam penutupan Asian Games ke 18 di Stadion Utama Gelota Bung Karno, Jakarta, Ahad(2/9).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Gigi sanggup bertahan karena masalah tidak pernah terletak di musik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- 25 tahun berkarya, grup musik Gigi jauh dari kontroversi dan gosip. Bukan berarti tanpa masalah, mereka juga mengalami jatuh bangun dan pertengkaran.

Band yang didirikan sejak 1994 ini sudah mengalami bongkar pasang personel. Namun, mereka selalu ingat bahwa kebersamaan Gigi dilandasi dengan keinginan untuk selalu bermusik.

"Berantem masihlah dan memang ada pendapat yang mungkin bisa jadi berantem itu," kata Armand Maulana dalam jumpa pers konser "25 Tahun Gigi" di Jakarta, Selasa (26/3).

"Semua yang berhubungan dengan Gigi bahwa keluar rumah itu untuk bermusik dan menciptakan karya. Jadi, pada saat ada masalah yang bukan musik, kita tidak bakalan ributin," lanjut vokalis Gigi itu.

Armand juga menceritakan kesulitan saat mempertahankan Gigi yang ditinggal oleh para personelnya. Saat itu, yang tersisa hanyalah dirinya dan Dewa Budjana. Meski demikian, mereka tetap konsisten menjalankan Gigi hingga Thomas Ramadan kembali dan Hendi Gusti masuk mengisi posisi drum.

"Jadi, back to 90-an, Thomas keluar karena dia drugs. Wah, itu zaman tabloid, ya, kalang kabut juga. Reseh banget dikejar-kejar. Baron keluar, wah, kenapa nih? Tinggal gue berdua. Masuk Opet, tiba-tiba Opet keluar, masuklah Hendi. Nggak ada adem ayem juga," ujar Armand.

Pada ulang tahun ke-25 Gigi yang jatuh pada tanggal 22 Maret lalu, mereka berharap bisa terus berkarya dan mampu melewati setiap masalah.

"Kalau boleh jujur, saya berdoa untuk Gigi agar bisa berkarya terus, bisa melewati konflik. Karena orang-orang ini, saya ketemu mereka untuk main musik. Jadi, nggak mungkin bisa ninggalin hal itu. Untuk 25 tahun main band itu seperti dapat istri yang sulit diganti," kata Thomas.
 






Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA