Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Perokok Pasif Tingkatkan Risiko Penyakit Ginjal

Selasa 12 Mar 2019 06:14 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Asap rokok

Asap rokok

Foto: pixabay
Bahaya asap rokok jelas buruk bagi ginjal hingga kanker paru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bahaya merokok pasif tidak perlu diceritakan kembali. Namun, menurut sebuah laporan yang dikutip dalam The New York Times, terpapar asap rokok juga dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.

Untuk sampai pada hasil, sekitar 131.196 bukan perokok diperiksa oleh sekelompok peneliti. Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok, mereka yang terpapar asap rokok selama tiga hari seminggu, mereka yang terpapar itu kurang dari tiga hari seminggu, dan mereka yang sama sekali tidak terpapar asap rokok. Usia rata-rata peserta untuk penelitian ini adalah 53 tahun dan sekitar 75 persen dari mereka adalah perempuan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Klinis American Society of Nephrology, setelah melakukan penyesuaian indeks massa tubuh, diabetes, usia, dan karakteristik perilaku lainnya, menyimpulkan bahwa mereka yang terpapar asap rokok pada awal penelitian berisiko dari 44 persen menderita penyakit ginjal.

Peserta diperiksa oleh para peneliti selama hampir sembilan tahun. Mereka yang terpapar asap rokok tiga kali seminggu, bila dibandingkan dengan mereka yang tidak terpapar sama sekali, mengalami peningkatan risiko 58 persen terserang penyakit ginjal.

"Bahaya asap rokok sudah jelas, tidak hanya untuk penyakit ginjal tetapi juga untuk kanker paru-paru dan penyakit kardiovaskular," kata Dr Jung Tak Park, penulis utama dan nephrologist di Universitas Yonsei di Seoul seperti dilansir dari Indian Express, Selasa (12/3).

“Saya tidak mencoba menakut-nakuti orang, tapi penyakit ginjal adalah kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Anda tidak bisa memperbaikinya ketika fungsi ginjal gagal. Pendekatan terbaik adalah mengurangi risiko yang dapat dimodifikasi,” salah satu peneliti studi menambahkan.



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA