Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Habiskan Akhir Pekan Ini di Asia Africa Film Festival

Jumat 26 Apr 2019 14:09 WIB

Red: Christiyaningsih

Salah satu film dokumenter yang diputar di AAFF berjudul I Shot Bi Kidude dari Tanzania.

Salah satu film dokumenter yang diputar di AAFF berjudul I Shot Bi Kidude dari Tanzania.

Foto: AAFF
Asia Africa Film Festival menawarkan perspektif baru dari Asia dan Afrika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Layar perak Tanah Air saat ini sedang gencar-gencarnya menayangkan film Avengers:Endgame. Masyarakat berduyun-duyun menyesaki bioskop demi menyaksikan aksi superhero Marvel tersebut. Tetapi bagi Anda yang belum kebagian tiket Avengers atau mungkin menyukai film-film festival, ada gelaran Asia Africa Film Festival (AAFF) yang bisa dipilih untuk mengisi libur akhir pekan ini.

Globetrotter Lab untuk pertama kalinya mempersembahkan AAFF yang diselenggarakan sejak 24 sampai 28 April 2019 di Silver Screen (Queen’s Head), Jakarta. AAFF adalah salah satu bentuk dedikasi Globetrotter Lab dalam membangun serta menawarkan perspektif alternatif dari Asia dan Afrika.

Menurut Kennedy Ashinze, Globetrotter Lab’s Founder and Creative Director, AAFF tidak hanya akan menjadi sebuah sarana edukasi melalui film dan ajang tanya-jawab dengan sutradara semata. “Asia Africa Film Festival merupakan perpanjangan dari etos kami untuk mendobrak definisi dan batas sempit yang selama ini terstereotipekan di kedua belah benua," jelasnya lewat keterangan resmi yang diterima Republika.

Menurut Ashinze, AAFF sekaligus merangkul keindahan dan kesamaan berbagai subkultur. "Dengan festival ini, kami ingin melebarkan cita rasa dan pengetahuan di luar kota dan benua yang kita tinggali, sembari melawan stereotip serta batasan-batasan ekonomi, kelas, dan ras," imbuhnya.

Tak banyak yang menyadari kedua benua ini memiliki banyak kesamaan dan terhubung secara kultural dan historis. Melalui AAFF, penyelenggara ingin menyoroti kesamaan-kesamaan tersebut melalui film. Tujuannya adalah untuk memicu percakapan di antara kedua benua sekaligus merayakan para pelaku film dan sutradara yang telah menciptakan karya-karya yang mewakili emosi dan keadaan sosial di Asia dan Afrika.

Diharapkan penggambaran demi penggambaran budaya yang tertuang dari film-film AAFF dapat mengubah cara kita memahami, melihat, dan berpikir tentang dunia. AAFF menampilkan serangkaian film panjang (feature), film pendek, dan film dokumenter dari 11 negara di Asia dan Afrika. Antara lain Tanzania, Nigeria, Ghana, Mesir, Mali, Indonesia, India, Palestina, Filipina, Jepang, dan Cina.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA