Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Musik Nostalgia Manjakan Penonton Film Long Shot

Jumat 03 May 2019 16:12 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Christiyaningsih

Long Shot menyuarakan kritik terhadap jurnalisme dan politik.

Long Shot menyuarakan kritik terhadap jurnalisme dan politik.

Foto: Lionsgate
Long Shot tak hanya hadirkan drama komedi tapi juga nostalgia musik 90-an

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penonton film komedi romansa Long Shot tidak hanya mendapat hiburan dari alur drama serta kekocakan para tokohnya. Sinema arahan sutradara Jonathan Levine itu juga memanjakan dengan banyak musik nostalgia.

Film menghadirkan grup vokal R&B Amerika Boyz II Men sebagai kameo. Nathan Morris, Shawn Stockman, dan Wanya Morris menyanyikan sejumlah lagu pada salah satu adegan film. Dua tokoh utama Long Shot diceritakan sangat mengidolakan mereka.

Tidak hanya Boyz II Men, sepanjang film juga diputar sejumlah lagu 1990-an yang bakal dikenali penggemar musik era tersebut. Alunan lagu menjadi pendukung kuat terhadap suasana yang terbangun pada adegan tertentu sekaligus membuat ingin bernyanyi.

Melengkapi eksistensi musik lawas, musisi dari generasi yang lebih muda pun sengaja dihadirkan dalam film. Meski tidak membawakan lagu, ada seorang rapper Afrika-Amerika dengan rambut merah yang berperan sebagai dirinya sendiri, mewakili musisi kekinian.

Long Shot bercerita tentang kisah cinta antara mantan jurnalis Fred Flarsky (Seth Rogen) dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Charlotte Field (Charlize Theron). Dua orang yang pernah bertetangga itu berjumpa lagi saat dewasa.

Semula hubungan keduanya sebatas profesional, yakni Flarsky menjadi penulis pidato untuk Field. Lambat laun, keduanya saling jatuh cinta walaupun menyadari banyak hal rumit yang bisa menjadi penghalang hubungan asmara itu.

Film untuk 17 tahun ke atas ini menyisipkan banyak komedi yang perlu dihadapi dengan sikap dewasa. Naskah yang dituliskan Dan Sterling bersama Liz Hannah menjadi kekuatan film, didukung dengan eksekusi menarik oleh sutradara Levine.

Kekurangannya, cukup banyak hal absurd yang mustahil terjadi dengan latar penokohan film. Termasuk, konflik utama beserta penyelesaiannya. Akan tetapi, kejadian-kejadian itu termaafkan karena akting memukau dari Theron dan Rogen.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA