Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Empat Film Indonesia Tayang di Films of the Archipelago

Rabu 08 May 2019 11:12 WIB

Red: Christiyaningsih

Aruna dan Lidahnya

Aruna dan Lidahnya

Foto: dok Palari Films
Films of the Archipelago digelar di London mulai 11 Mei mendatang

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebanyak empat film Indonesia tampil dalam Festival Films of the Archipelago yang digelar oleh Deptford Cinema London mulai 11 Mei mendatang. Keempat film itu adalah Sekala Niskala karya sutradara Kamila Andini, Buffalo Boys (Mike Wiluan), Pengabdi Setan (Joko Anwar), serta film yang diangkat dari buku Laksmi Pamuntjak Aruna dan Lidahnya (Edwin)

Baca Juga

Festival film Indonesia ini digelar untuk kedua kalinya di Deptford Cinema, sebuah bioskop komunitas di tenggara kota London. Paul Flanders, sukarelawan di Deptford Cinema yang menjadi salah seorang penggagas festival film Indonesia itu mengatakan gelaran tahun ini berbeda dengan festival film Indonesia yang pertama.

Festival film kali ini didukung oleh Komite Nasional Indonesia untuk London Book Fair 2019 usungan Bekraf. Festival Films of the Archipelago digelar bekerja sama dengan artis Hannah Al Rashid yang memebintangi film Aruna dan Lidahnya. Hannah menjadi kurator festival dengan memilih film yang menurutnya layak ditampilkan di London.

Dengan kapasitas 40 kursi, Deptford Cinema dijuluki majalah TimeOut London sebagai bioskop film-film seni (art house). Harian sore The Evening Standard menyebut festival ini sebagai tempat yang harus dikunjungi untuk menonton film asing.

"Ketika kami mengadakan festival yang pertama, minat masyarakat London terhadap film-film Indonesia yang jarang diputar di London besar sekali," kata Paul. Ia menuturkan lebih dari 50 persen penonton festival pertama di 2017 silam adalah penduduk London yang tidak pernah menonton film Indonesia sebelumnya.

Tahun lalu, ketika di bioskop ini diputar Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak karya sutradara Mouly Surya banyak penonton tidak mendapatkan tiket. Akhirnya film diputar lagi untuk kedua kalinya beberapa pekan setelah pemutaran pertama. "Ini menunjukkan ada rasa ketertarikan besar untuk menonton film-film Indonesia," ujar Paul.

"Sayangnya, kami sering mengalami kesulitan mendapatkan film Indonesia dan menghubungi sutradara atau produser film di Indonesia. Untungnya kali ini ada Hannah Al Rashid yang membantu kami," imbuhnya. Paul berharap festival ini bisa diadakan di tahun-tahun mendatang.

Akhir April lalu Hannah Al Rashid dalam postingan Instagramnya mengatakan sangat senang bisa membantu menjadi kurator di bioskop indie yang menurutnya super cool ini. Hannah berharap film-film yang ditampilkan bisa memberikan wawasan mengenai perfilman Indonesia kepada penonton di London.

Deptford Cinema yang didirikan lima tahun lalu adalah bioskop yang sepenuhnya dikelola oleh para sukarelawan yang memang pencinta film. Film yang diputar di bioskop ini beraneka ragam mulai dari film indie, film cult, dan film-pemenang penghargaan internasional dan juga sejumlah film populer dan mainstream.

Baru-baru ini diputar film pemenang penghargaan Palme d'Or dari Festival Film Cannes. Di antaranya seperti Winter Sleep karya sutradara Turki Nuri Bilge Ceylan dan Shoplifters karya sutradara Jepang Hirokazu Kore-eda.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA