Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Lucasfilm akan Istirahat Garap Film Star Wars

Jumat 26 Apr 2019 02:00 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Star Wars: The Last Jedi

Star Wars: The Last Jedi

Foto: Digital Spy
Star Wars: The Rise of Skywalker jadi film terakhir Lucasfilm sebelum rehat

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Film star wars : The Rise of Skywalker akan menjadi film terakhir dari lucasfilm sebelum rehat. Rumah produksi ini akan beristirahat membuat film sementara waktu.

Lucasfilm akan berfokus pada pertunjukan streaming Disney+. Mereka pun mencari jeda untuk mencari cara-cara untuk bisa terus membuat film baru yang mencakup wilayah yang belum dijelajahi.

"Kami akan mengambil jeda selama beberapa tahun. Dan kita meluangkan waktu untuk benar-benar melihat ke mana arah ini dari sudut pandang saga," kata presiden Lucasfilm Kathleen Kennedy dikutip dari Entertainment Weekly, Kamis (25/4).

Kennedy mengatakan kepercayaan kreatif akan membutuhkan waktu untuk memetakan strategi naratif yang lebih luas. Sebab itu, tim membutuhkan waktu beristirahat untuk mencari ide-ide lain.

"Kami tidak hanya melihat apa yang mungkin terjadi pada tiga film berikutnya, atau membicarakan hal ini dalam bentuk trilogi. Kami sedang melihat: Apa dekade berikutnya dalam mendongeng?" kata Kennedy.

Tidak semua proyek dibatalkan. Serangkaian film baru dari penulis-sutradara The Last Jedi Rian Johnson adalah bagian dari penggarap serial Game of Thrones David Benioff dan D.B. Weiss akan berlanjut. Bahkan, Kennedy mengungkapkan mereka bekerja bersama-sama. "Ketika mereka menyelesaikan Game of Thrones, mereka akan masuk ke Star Wars. Mereka bekerja sangat dekat dengan Rian," kata Kennedy.

Selain film arahan J.J. Abrams yang akan rilis, serial The Mandalorian dari pembuat film Iron Man, Jon Favreau, dan seri mata-mata galaksi baru yang berfokus pada Cassian Andor Diego Luna dari Rogue One akan berjalan di Disney+. Kennedy juga sedang mencari bakat baru dan penulis cerita.

"Kami dapat mulai melihat bakat langsung, dan kami mencoba untuk membawa wanita ke dalam campuran juga. Kami membuatnya sangat inklusif dengan sekelompok orang yang kami kumpulkan," ujar Kennedy.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA