Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

David Beckham Dikritik karena Sering Pakai Penerbangan Mewah

Senin 13 May 2019 14:38 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Christiyaningsih

David dan Victoria Beckham

David dan Victoria Beckham

Foto: EPA
Penerbangan mewah David Beckham hasilkan lebih banyak polusi daripada kelas ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Mantan pesepak bola David Beckham sangat bersemangat menjalani tugas sebagai juru kampanye pelestarian lingkungan. Akan tetapi, pria 44 tahun asal Inggris itu menuai kritik karena apa yang dia sampaikan tidak selaras dengan yang dilakukan.

Baca Juga

Sepanjang 2018, Beckham ditengarai menempuh 30 penerbangan jarak jauh kelas satu selama berkampanye untuk organisasi konservasi World Wild Fund (WWF). Padahal, jenis penerbangan itu menghasilkan lebih banyak emisi gas karbon.

Sebagai perbandingan, penerbangan mewahnya bertanggung jawab untuk polusi sekitar 80 ribu kilogram karbon dioksida (CO2). Jika ayah empat anak itu memakai penerbangan biasa di kelas ekonomi, dia hanya menyebabkan polusi 20.120 kilogram CO2.

Beckham menggunakan tujuh penerbangan antara Miami dan Inggris dan dua penerbangan dari Beijing ke Inggris. Ada pula penerbangan dengan rute ke Afrika Selatan, Palo Alto di Kalifornia, serta Jakarta, Indonesia.

Di sisi lain, Beckham berkolaborasi dengan WWF untuk mendukung film dokumenter perubahan iklim berjudul Our Planet. Sebagian orang menganggap Beckham maupun WWF harus memperhatikan hal mendasar tersebut.

"Mereka harus memimpin dengan memberi contoh," kata spesialis perubahan iklim di Universitas Manchester, Profesor Kevin Anderson, dikutip dari Mirror. Dia sering mengimbau selebritas untuk lebih bertanggung jawab saat menggunakan pesawat terbang.

Pekan ini, Beckham terlibat masalah lain soal kedisiplinan. Pengadilan Magistrat Bromley di London, Inggris, memvonis suami Victoria Beckham itu tak boleh mengemudi selama enam bulan karena ketahuan menggunakan ponsel saat menyetir mobil.

Insiden itu tercatat sebagai enam poin pelanggaran di lisensi mengemudinya yang terakumulasi hingga memicu pelarangan mengemudi sementara. Dia juga didenda sebanyak 750 poundsterling (sekitar Rp 14 juta).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA